Archive Page 2

29
Dec

Hati Tempat Jatuhnya Pandangan Allah

sesungguhnya kebahagiaan dan kejayaan manusia di dunia dan akhirat terletak dalam amal agama yang sempurna, sebagaimana yang telah di contohkan oleh Rasulullahi shallallahu’alayhi wa sallam. Sejauh mana kita Taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, sejauh itu pula kita akan benar-benar bahagia.

Umat saat ini belum mampu dan sangat sulit mengamalkan agama secara sempurna, sedang para shahabat Radhiyallahu’anhum telah mampu mengamalkan agama dengan sempurna karena dalam diri para sahabat mempunyai sifat-sifat yang mulia.

Umat saat ini akan ada kekuatan untuk mengamalkan agama secara sempurna apabila memiliki sifat-sifat sebagaimana yang dimiliki oleh para sahabat Radhiyallahu’anhum.

Hadirin saudaraku yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, diri kita telah diciptakan Allah Subhanahu wa ta’ala terdiri dari jasad dan ruhani, namun keduanya memiliki asbab yang berbeda untuk menjamin kesehatan dan kesempurnaan-nya.

Kesalahan yang banyak terjadi dalam diri umat hari ini dapat digambarkan melalui perumpamaan seekor kuda beserta seorang joki yang di kontrak melatih kuda oleh sang manajer untuk mengikuti suatu perlombaan balap kuda. Setahun sebelum perlombaan dimulai sang manajer telah mengontrak joki beserta kudanya dengan harga 100 Juta rupiah Untuk persiapan lomba tahun depan. Perjanjianpun ditanda tangani hitam diatas putih. Maka selang satu bukan semenjak kontrak ditanda tangani, ternyata ibu si joki mengalami sakit keras yang memerlukan biaya perawatan yang tidak sedikit selama di rumah sakit. Singkat cerita uang kontrak yang berjumlah 100 juta rupiah tersebut oleh joki digunakan terlebih dahulu untuk biaya pengobatan ibunya, maka setelah ibunya sembuh giliran harta kekayaan dan uang si joki kini telah habis digunakan untuk seluruh biaya pengobatan sang ibu. Kemudian joki pun menemui sang manajer untuk meminta tambahan atau pinjaman uang untuk biaya pelatihan kuda dan biaya hidupnya. Namun apa yang terjadi? Sang manajer menolak mentah-mentah permintaan joki tersebut dengan alasan perjanjian kontrak tidak boleh berubah.

Kemudian sang joki berkata : “Tapi saya sekarang sudah tidak punya tempat tinggal lagi tuan”

Jawab sang manajer : “Ya itu terserah kamu, kalau kamu mau tinggal ya silakan saja tinggal di kandang kuda sana”

Joki : “Tapi saya juga butuh makan tuan”

Manajer : “Wah itu lagi, itu juga urusan kamu, saya sudah habiskan 100 juta untuk membayar kamu, kalau kamu mau makan, makan saja makanan kuda”

Joki : “tapi saya juga butuh minum tuan”

Manajer : “Minum saja itu minuman kuda”

Sehingga hari demi hari selama masa kontrak sijoki tinggal di kandang kuda, dan makan rumput kuda, minum air mimum kuda. Sampai pada hari H dimana perlombaan akan dilaksanakan, keadaan antara kuda dan joki sangat kontras, Keadaan Kuda gagah dan kuat , sedangkan joki kurus , lemas, sakit-sakitan dan korengan. Maka ketika perlombanan dimulai baru saja start beberapa detik si joki sudah terpental jatuh dari atas kuda , sehingga kuda lari sendiri tak terkendali kesana-kemari.

Demikianlah perumpamaan jasad dan ruhani kita, masing-masing mempunyai makanan , makanan ruhani kita adalah Agama yang sempurna, makanan ruhani kita adalah amal ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita, makanan ruhani kita adalah iman dan amal-amal shaleh kita, sedangkan makanan-makan fisik menyehatkan yang setiap hari kita konsumsi adalah makanan jasad kita.

Dari cerita tersebut yang salah sebenarnya bukan joki,tapi manajernyalah yang kurang paham akan kebutuhan-kebutuhan si joki. Nah manajer itu adalah diri kita saudaraku.

Maka saudaraku yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Kita di dunia ini hanya akan sebentar saja, kalau kita beruntung paling-paling hidup kita 60 - 70 tahun di dunia ini, kalau lebihpun tidak jauh-jauh dari itu. Setelah itu kita akan meniggalkan dunia yang sementara ini menuju kehidupan yang sebenarnya yaitu kehidupan akhirat yang ada awalnya dan tak ada akhirnya. Sayang jika kita sia-siakan amanat Allah berupa umur kita dengan sia-sia tanpa mengambil perbekalan sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat kita.

Jangan sampai keadaan akhir hidup kita seperti nasib sijoki dan sikuda, bukanya mengantar kepada tujuan, malah akan menyengsarakan diri kita dan hati kita.

Hati tempat jatuhnya pandangan Allah.

30
Nov

Kepada Kaum Muslimin dan Muslimat

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

Kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman  “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” QS.Al Hujurat (49) :10

Dalam kehidupan yang kita jalani ini, kita jarang sadar bahwasanya perubahan-perubahan terjadi cepat sekali dalam diri dan lingkungan kita, perubahan tersebut akan dengan mudah terlihat jika yang melihat adalah orang lain diluar kita,atau luar lingkungan kita. Orang yang makan sambal trasi disuatu ruangan tetutup terkadang tidak sadar bahwa aroma ruangan dimana ia makan telah berubah menjadi beraroma trasi. Orang yang makan trasi ketika menghirup udara di sekitarnya akan merasa bahwa aroma udara biasa-biasa saja atau tidak ada perubahan. Namun apa yang terjadi ketika seseorang dari luar datang ke dalam ruangan tersebut, dengan hidungnya yang normal ia merasakan aroma trasi tercium sangat pekat.

Hal ini menunjukan betapa kita memerlukan orang lain untuk mengingatkan kita terus menerus, lagi dan lagi.

Lantas bagaimana cara untuk mendapatkan orang-orang yang mau mengingatkan kita?

Sebelumnya kita harus sadari bahwa tugas kita adalah saling mengingatkan, maka janganlah menunggu, mulailah latihan untuk menjadi bagian orang yang mengingatkan. di kos-kosan, di rumah, di kantor, di telpon bahkan internet.

Kepada kaum Muslimin dan Muslimat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita ini mungkin bukan saudara kandung, dan mungkin belum pernah bertemu sebelumnya, tapi kita ini hakikatnya adalah bersaudara , yang sama-sama mempunyai kalimat yang agung yaitu kalimat “Laa ilaha illallah, Muhammadu rasulullah” dengan ini kita dipersaudarakan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia dan di akhirat. Sebagai saudara kita sama-sam punya hak dan sama-sama punya kewajiban untuk saling mendoakan ketika kita berjauhan (Allahumaghfir lil mu’minina wal mu’minat wal muslimina wal muslimat al ahyai minhum wal amwat) dan saling silaturahim jika berdekatan (panjangkan umur dan lapangkan rezeki)  . Dan yang lebih penting lagi kita sebagai saudara sesama mulim adalah saling ingat mengingatkan, terutama tentang apa? yaitu tentang perkara agama, tentang perkara akhirat, tentang bahwasanya  kita di dunia ini hanyalah sangat-sangat sementara, sedangkan saat ini juga kita di dunia ini sedang berjalan menuju akhirat yang kekal abadi selama-lamanya. bagaimana di dunia kita butuh bekal dan di akhiratpun kita butuh bekal, Di dunia yang sementara kita hari-hari mengusahakannya, maka bagaimana kita persiapkan juga bekal kita untuk akhirat yang selama-lamanya

Bagaimana usaha keduniaan kita ini dapat membawa kita selamat di dunia yang sementara dan akhirat yang selama-lamanya.

Bekal kta adalah iman dan amal shaleh. sedangkan Ilmu - ilmu yang kita pelajari , akan mampu menjadi bekal apabila telah wujud menjadi amal shaleh, sisa-sisa ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi sekedar pengetahuan, fitnah, dan penyesalan bagi kita di alam akhirat yang selama-lamanya

Saudara yang dimuliakan Allah Subhanahu wa  Ta’ala

dalam sautu hadits disebutkan

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Nabi Shallalahu’alayhi wa sallam bersabda : “Ya Allah sebenarnya tidak ada kehidupan yang sesungguhnya kecuali kehidupan akhirat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Anas Radhiyallahu’anhu ia berkata : Rasulullahi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Pada hari kiamat dihadirkan orang yang paling senang sewatu di dunia. Ia termasuk caon penghuni neraka. Kemudian ia di masukan sebentar ke dalam neraka , dan ditanya : Wahai anak Adam , apakah kamu merasakan kesenangan, dan apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?” Ia menjawab : “Demi Allah tidak ada wahai Tuhanku.” Lalu didatangkan juga orang yang paling menderita sewaktu hidup di dunia. Ia termasuk penghuni surga, kemudian Ia dimasukan sebentar ke dalam surga dan ditanya “Wahai anak Adam, apakah kamu merasakan penderitaan?” Ia menjawab : Demi Allah, saya tidak merasakan adanya kesedihan.” (HR.Muslim)

Dari Al-Mustaurid Syaddad Radhiyallahu’anhu, ia berkata : Rasulullahi Shallallahu’alayhi wa sallam bersabda : “Perbandingan antara dunia dengan akhirat , seperti seseorang di antara kalian yang memasukan jari-jarinya kedalam lautan, maka perhatikanlah apa yang dapat ia peroleh?” (HR.Muslim)

Dari Jabir radhiyallahu’anhu ia berkata : Rasulullahi Shallallahu’alayhi wa sallam berjalan-jalan di pasar dikelilingi para  shahabat, kemudian beliau melewati bangkai seekor anak kambing yang telinganya kecil dan beliau mengangkat telingannya, seraya bertanya : “Siapakah di antara kalian yang suka membeli bangkai ini dengan harga satu dirham?” Mereka menjawab : “maka semua tidak ada yang menyukainya, buat apakah bangkai itu?” Beliau bertanya lagi : “Apakah kalian suka andaikan bangkai ini diberikan kepada kalian?” mereka menjawab : “Demi Allah, andaikan binatang itu masih hidup, itu pun cacat apalagi ia sudah menjadi bangkai.” Beliau lalu bersabda ” Demi Allah, dunia itu lebih hina dalam pandangan Allah, melebihi hinanya bangkai ini menurut pandanganmu.” (HR. Muslim)

Saudaraku yang yang dirahmati Allah subhanahu wa Ta’ala.  Dunia ini hina dan telah  Allah  dihinakan , tapi mengapa Allah kirim kita di dunia ini? apakah untuk menikmati kehinaan? bukan saudaraku, kita di dunia ini sedang di uji oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. bagaimana perlakuan kita terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya di dunia ini.

” Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.  Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. QS.Al hadid (57):20

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al Quran

“.. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”.  QS. Albaqarah (2) :221

Saudara yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala Skenario hidup kita adalah :

Dulu kita tidak ada, lalu dilahirkan ke dunia ini, nanti kita akan mati. ini pasti saudaraku.

Dunia ini dulu tidak ada, lalu diadakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kita ada karena diadakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, diadakan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Yang membedakan kita dengan umat-umat nabi sebelumnya adalah Kita dilahirkan sebagai Umat Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wa sallam Nabi yang terkahir, oleh karena itu tugas Nabi-nabi dan Rasul-rasul telah dilimpahkan kepada setiap individu yang mengaku sebagai umat nabi Muhammad Shllallahu’alayhi wa sallam,

inilah ibadah kita yang paling mencocoki dan bersesuaian dengan kehendak Allah Subhanahu wa ta’ala yakni mengajak kepada Surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kakek Buyut kita nabi Adam Alayhissalam dulu adalah penduduk Surga, maka bagaimana usaha kita kini untuk menjadi ahli surga lagi seperti yang di kehendaki Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).”  Qs. Yusnus (10):25.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. QS Ali Imran (3) :110.

Kita adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia untuk tugas amar ma’ruf nahi munkar, Kita musti ingat bahwa itu tugas utama kita, dan itu pulalah yang menjadi maksud hidup nabi-nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ingatlah saudaraku kehidupan kita di dunia ini sangat - sangat sementara, janganlah keduniaan kita melenakan kita dari perintah perintah-Nya.

Jadilah bagian dari orang yang mengingatkan tentang pentingnya iman dan amal.

mari sama-sama kita berdoa supaya Allah menjadikan kita orang-orang yang di kehendaki-Nya untuk mendapat petunjuk-Nya . Amin Yaa. Rabbal ‘Alamin..

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.” QS. Yunus (10): Ayat 9

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS At-Taghabun (64) Ayat 11:

Allahuhumma Shalli’ala Muhammad wa ‘alaa ‘ali Muhammad.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

30
Oct

Letak Kebagiaan Kita Yang Sesungguhnya

Ikan letak kebahagiaannya di air, jika ikan yang di aquarium terkesan oleh pemandangan empuknya sofa, indahnya vas-vas bunga yang dipasang diluar aquarium hingga ikan mencoba melompat keluar dari aquarium, maka ikan akan tersiksa dan sengsara diluar air, dan bahkan akan binasa. Beda halnya jika ikan tersebut masih berada dalam air, maka ikan itu akan bisa menikmati keindahan pemandangan luar tanpa harus terlepas dari air hinggga tersiksa dan binasa.

Burung-burung letak kebahagaan ada di udara dan terbang di alam bebas, meskipun burung ada disangkar emas, namun bukan disitu letak kebahagiaannya.

Cacing tanah letak kebahagiaannya di dalam tanah/lumpur, jika cacing mencoba mencari kebahagiaan di tempat yang bersih dan kering, niscaya ia akan tersiksa bahkan binasa.

Manusia letak kebahagiaanya adalah berada dalam agama, sejauh mana amal-amal ketaatan kepada ajaran agama tetap hadir dalam kehidupannya sejauh itu pula manusia akan bahagia. Seorang petani, seorang pedagang, seorang pegawai, ataupun seorang pemimpin akan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya jika nilai-nilai agama masih ada dalam kehidupannya, namun sebaliknya jika ia terlena oleh keindahan dunia hingga meninggalkan nilai-nila agamanya maka mereka disadari ataupun tidak akan tersiksa hati dan jiwanya , sehingga lambat laun akan membawanya kedalam kesengsaraan.

Sejauh mana kita taat kepada Allah dan Rasul-Nya sejauh itu pula kita akan benar-benar bahagia.

25
Sep

Latihan mendoakan saudara saudara kita

Seorang  nenek yang lumpuh dan bisu terbaring sendirian di atas tempat tidur di dalam rumahnya, tak ada seorangpun yang menemaninya, tak tahu mengapa Api tiba-tiba menjalar kedalam rumah yang akhirnya membuat rumahnya sedikit demi sedikit terbakar, Melihat semua itu sang nenek sadar bahwa tak ada seorangpun yang akan menolongnya kecuali Robbnya yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam keadaan seperti itu apa yang mampu nenek lakukan?

Nenek memohon dan merengek-rengek dalam hatinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena memang nenek telah berada dalam keadaan yang selemah-lemahnya manusia. Namun Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mendengar dan Melihat Hati hati manusia dengan segala jeritan dan keluh kesahnya, maka jika Allah berkehendak tak dapat seorangpun dari makhluknya yang dapat menghalangi ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Alhamdulillah Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha mendengarkan doa-doa para hambanya selama hamba tersebut masih hidup. Selama hamba-hambaNya masih hidup maka dosa sebesar apapun akan terampun jika hamba tersebut  mau dengan sungguh-sungguh berdo’a mohon ampun (bertaubat) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Begitu juga dengan hati kita, jika hati kita masih hidup maka pintu-pintu doa akan senantiasa dibuka oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bagaimana merubah kemungkaran yang sering kita saksikan dengan mengandalkan iman-man kita yang lemah..? tidak ada lain kecuali dengan memanfaatkan hati-hati kita untuk berdoa merengek-rengek kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Pencipta kita, Yang Menguasai seluruh makhluk dan alam ciptaanNya, Yang Maha Meliputi seluruh ciptaanNya.

Maka adakah kita pernah memohon kepada Allah supaya Allah subhanahu wa Ta’ala mengubah kemaksiatan dan kemungkaran yang kita temui di depan mata kita?

Atau sudah mengeras dan sekaratkah hati-hati kita sampai-sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala tega tidak memberi hidayah kepada hati-hati kita untuk berdo’a kepada Nya?

Jangan biarkan hati kita mati…

Jangan biarkan hati kita mati…

jangan biarkan hati kita mati…

Jangan sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala menutup mata, hati dan pendengaran kita dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Ya Allah berilah kami petunjuk dan kekuatan untuk menggapai Ridho-Mu.. Ya Allah..

Subhanaka Allahumma wa bihamdika, AsyhaduaLaa ilaaha illa anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaika ya Rabb.

Mari kita latihan mendokan saudara-saudara kita. mari..

29
Aug

Memperbaiki Shalat

Setiap saat kita berada dalam ujian-ujian Allah Subhanahu wa Ta’ala, waktu sibuk, waktu luang adalah ujian. Dapat masalah dan tidak dapat masalah adalah ujian.. apa yang diinginkan Allah pada diri kita?? ayukum ahsanu ‘amala , siapa kamu/kita yang paling baik amalannya. Ketika sedang sibuk apa perintah Allah pada diri kita? ketika sedang luang apa perintah Alalh pada diri kita? Ketika mendapat masalah apa perintah Allah pada diri kita? ketika mendapat rizki dan terbebas dari masalah apa sebenarnya perintah Allah yang tertuju kepada kita?

Mari kita perbaiki shalat kita,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an QS Al baqarah : 45 :

2:45. Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mendirikan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk

Sekarang bagaimana shalat kita mampu menurunkan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala, coba ketika sedang mendapat masalah atau ujian, cepat cepat ambil air wudhu kemudian shalat dengaan se-khusyu’ (sebisa-bisanya konsentrasi dan tawadu) mungkin, dan berharap Allah Subhanahu wa Ta’ala menolong kita. Kalau pertolongan Allah belum datang-datang itu berarti shalat yang kita lakukan belum seperti yang diinginkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

bagaimana gerakan - gerakan Shalat yang di contohkan Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wa sallam, jangan terlalu cepat shalatnya, coba ruku’nya yang rada lama, bangun dari ruku berdirinya yang rada lama, sujudnya yang rada lama, duduk diantara dua sujud yang rada lama..  bacaan shalatnya jangan terburu-buru. mari latihan-latihan…

Cara bersuci kita apakah sudah benar? wudhu kita bagaimana? khusu’ tidak wudhunya?
perikasa makanan yang kita makan , jangan sampai makanan haram..
coba kalau makan makanan yang lebih jelas halalnya, kalau kepaksa beli makanan entah apa itu kue, wafer, minuman, roti dan sebagainya cari yang ada label halalnya ya. Jangan lupa..  mari latihan..

Mari latihan menyelesaikan masalah dengan shalat..
mari latihan menyelesaikan dengan Shalat…
Mari latihan menyelesaikan masalah dengan shalat…

mari.. mari…
ambil wudhu sekarang juga … mari… mari…

jangan terburu-buru..mari mari..

22
Jul

Latihan dengan Da’wah ilallah

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh
Alhamdulillahirabbil ‘alamin,
Allahuma Shalli’ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad.

sebagian penjelasan dari ustad Luthfi.

Bismillahirrahmanirrahim

Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.
( Surah Ali-Imran 3:95)

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.”(Surah An-Nisa 4:125.)

  “Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".(Surah Al Baqarah 2:130-132)

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman, dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. (Surah Ali-Imran 3:68)

Dan mari kita ceritakan kisahnya Nabi Musa ‘Alayhi salam, Ketika beliau diajarkan kalimat tauhid oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu di lembah suci Thuwa. (Surat Thaha 18:14) Allah telah mengajarkan kepada Nabi Musa ilmu tauhid secara langsung, maka setelah itu Nabi Musa ‘Alayhi salam diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan pertanyaan “Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?”  Berkata Musa: "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan/bersandar padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan/manfaat yang lain padanya". (Surah Thaha 20 : 17-18)

Ternyata Tauhid yang diajarkan kepada nabi Musa belum benar-benar tertanam dalam hatinya, Nabi Musa ‘Alayhi salam masih meyakini bahwa tongkat yang dibawanya adalah miliknya dengan menyebut “ini tongkatku”, kemudian nabi Musa ‘Alayhi salam juga masih meyakini bahwa tongkatnya bisa memberikan manfaat kepadanya (untuk bersandar, dan manfaat-manfaat yang lain)”. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala  berfirman “Lemparkanlah ia, hai Musa!" (Surah Thaha 20 : 19), Maka tiba-tiba tongkat berubah menjadi seokor ular yang merayap cepat. Dan Kemudian nabi Musa ‘Alayhi salam diuji oleh Allah dengan diperintahkan untuk memegang ular tersebut untuk menanamkan tauhid dalam hati Nabi Musa. Maka benar ular tersebut menjadi tongkat kembali.

Maka ini merupakan pelajaran berharga bagi nabi Musa ‘Alayhi salam dan bagi kita, bahwasanya hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala lah yang mampu memberikan manfaat ataupun mudharat. Tongkat yang sebelumnya dianggap mampu memberikan banyak manfaat dengan sekejap mampu Allah buat menjadi sesuatu yang nampak dapat memberi mudharat(ular), begitu pula ular yang begitu ganas dengan sekejap dapat Allah Subhanahu wa Ta’ala buat menjadi sebuah tongkat yang tidak berbahaya lagi.

Belum cukup dengan ujian tersebut, Nabi Musa ‘Alayhi salam mendapat ujian berupa perintah da’wah kepada Fir’aun. Padahal ketika itu Nabi Musa sedang dalam keadaan Takut dikejar oleh Fir’aun karena telah membunuh salah satu anak buahnya secara tidak sengaja. Orang yang saat itu paling ditakuti oleh Nabi Musa ‘Alayhi salam malah Allah Subhanahu wa ta’ala perintahkan nabi Musa untuk mendatanginya, inilah ujian da’wah yang akan membersihkan kesyirikan-kesyirikan dihati Nabi Musa. Maka Nabi Musa tunduk patuh kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala melaksanakan da’wah kepada Fir’aun. Maka benar ketika Nabi Musa berda’wah kepada Fir’aun yang mengerahkan para penyihir di seluruh negrinya, maka Nabi Musa dengan izin Allah menunjukan pertolongan Allah yaitu berupa mu’zizat tongkatnya yang mampu berubah kembali menjadi ular besar dan memakan ular-ular palsu buatan para penyhir fir’aun. Maka ketika itu para penyhir Fir’aun mendapatkan hidayah untuk beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sifat Tauhid Nabi Musa semakin tertanam ketika ia dan para pengikutnya yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dikejar oleh pasukan Fir’aun. Ketika  Nabi Musa dan pengikutnya telah terhalang Laut, maka dalam keadaan genting para pengikut nabi Musa berkata "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul" Nabi Musa ‘Alayhi salam  berkata “Sekali-kali tidak akan tersusul, sesungguhnya Tuhanku bersamaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku"  (Asy-Syu’ara: 60-67)

Nabi Musa yang sebelum berda’wah pernah menyebut tongkatnya mampu mendatangkan manfaat-manfaat kepadanya, menjadi tidak terkesan  dengan kehebatan tongkat meski sebelumnya tongkat tersebut pernah berhasil menampakan keajaiban-keajaiban, Nabi musa telah lebih yakin dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mengatakan "Sesungguhnya Tuhanku besamaku",  nabi Musa tidak mengatakan "Sesungguhnya tongkatku bersamaku" atau  "Tenang tongkat ajaibku ditanganku", ini karena tauhid sudah terhujam dalam hati Nabi Musa ‘Alayhi salam.

Maka dari sini kita sama-sama dapat ambil hikmah bahwasanya kalimat tauhid baru akan tertanam dalam hati-hati kita jika kita benar-benar sudah diuji dalam medan da’wah.

Maka bagaimana kita latihan mendatangi saudara-saudara kita tetangga tetangga dekat maupun jauh yang mungkin sebelumnya kita ada perasaaan takut, malu dan yang lainnya, maka disitulah tauhid kita akan benar-benar diuji, sejauh mana kita "tidak terkesan" dengan suasana dan keadaan, baik orang kaya maupun orang miskin, yang kasar-kasar atau yang lembut-lembut, kita tetap latihan datangi untuk silaturahim menunaikan hak-hak mereka dan sama-sama nasehat menasehati dan ajak mengajak untuk kembali kepada Allah dengan cara-cara hikmah. Dimulai dari saudara-saudara kita yang sama-sama Muslim, yang pernah sama-sama punya kalimat "Laa ilaaha illallah", bagaimana supaya amal-amal agama yang berupa perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Larangan-Nya dapat sama-sama kita taati.

Jika kita melihat amal-amal agama banyak ditinggalkan oleh tetangga-tetangga kita atau amal ma’siat  kemudian kita sama sekali tidak ada kepedulian, maka sama saja kita tidak menghargai agama, tidak menghargai perintah Allah untuk melaksanakan perintah agama. Karena agama akan roboh jika tidak diamalkan, dan akan tegak jika amal-amalnya benar-benar dilaksanakan.

Maka masihkah kita tetap tidak peduli terhadap tetangga-tetangga kita di rumah, di tempat kos, atau di kantor kita yang ramai-ramai meniggalkan amal-amal agama bahkan sebaliknya buat-buat amal-amal ma’siat?

Mari latihan melaksanakan tugas.. mari mari..

Ya Allah.. ampunilah dosa-dosaku.

20
Jul

Latihan mengikis syirik-syirik

Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu menguji hambanya siapakah
yang paling dicintai

Cara menguji yang telah Allah ajarkan adalah menandingkan
dua atau lebih sesuatu apa-apa yang dicintai kemudian mana yang paling dicintailah
yang akan dimenangkan. Pakai ancaman lagi.

 Pernahkan kita test kecintaan kita kepada dunia lebih besar mana ketimbang kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Bukan Allah yang memerlukan bukti, tapi kita yang perlu buat bukti untuk selamat  disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ternyata diri-diri kita banyak yang lemah ya?

cinta kamu lemah tidak?

atau sudah kuat?

Apa..?

sudah?
sudah apa?

apa..?

sudah pandai??

maksudnya apa?

oo.. maksudnya sudah sering ta’lim  ya?

sudah sering nulis yang bagus-bagus ya?

kalau sudah pandai dan sering ta’lim sudah cinta kepada Allah ya?
sudah duduk duduk ketemu guru jumpa ustadz sudah cinta kepada Allah ya?

terus kecintaan apa yang dibandingkan?

Ternyata diri-diri kita banyak yang lemah ya?

cinta kamu lemah tidak?

05
Jun

Satukan Arah Kiblat Kita

Mari cocokan kiblat masjid2 maqomi kita lewat google earth.

Kita ambil benang dari Ka’bah lewat menu "Tools => Ruler"

 

Kiblatmasjidmakah_2










Zoom in


Kiblatmasjid2_2









Tarik ke Negara kita

Kiblatmasjid1_1











Masjid Al_ISTIQOMAH KARANGGAYAM

Kiblatmasjid4_1










Zoom in

Kiblatmasjid3_1











Musti Geser arah kiblat sedikit kalau shalat itu ya.


 

 

Masjid lain :

Arah Kiblat Masjid Kampus UGM

Kiblatmasjidkampusugm_2










Arah Kiblat Masjid Kampus UGM Tepat sekali.


Masjid Syuhada Kotabaru Yogyakarta.

Kiblatmasjidsyuhadakotabaru_2




Arah Kiblat Masjid Syuhada Kotabaru







Coba dengan masjid-masjid di kota kamu.

Kita selama ini satu kiblat apa tidak ya?


Mari luruskan kiblat kita, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala satukan hati-hati kita.


15
Apr

Penyakit Iman

Oleh : Romfrom Neja

Dimusim dingin, saat itu banyak orang tidur terlelap di balik selimut-selimut tebalnya,
Ketika terdengar adzan subuh berkumandang dari salah satu masjid, beberapa orang langsung bangun dari tidurnya mendatangi masjid untuk melaksanakan ibadah shalat subuh berjamaah di masjid, meskipun udara saat itu sangat dingin.

Pada saat yang sama, ketika terdengar adzan subuh berkumandang, ada yang tetap terlelap, ada juga yang terbangun namun hanya berbalik arah tidur, ada yang terbangun sebentar kemudian merasakan dinginnya hawa dalam rumah kemudian balik lagi ketempat tidurnya dalam selimut karena membayangkan betapa dinginnya udara diluar. Mereka sebenarnya tahu kalau shalat subuh itu kewajiban, tapi karena udara dingin dan sepertinya nyaman kalau tidur lagi.

Diwaktu yang sama apabila ada seekor ular berbisa tiba-tiba mendekati orang-orang yang sedang nyaman tidur, kemudian orang-orang yang sedang enak-enak didalam selimut itu tahu bahwa ada ular berbisa mendekatinya , tentu dengan serta merta mereka akan kaget atau bahkan akan langsung meloncat dari tempat tidurnya.

Mengapa mereka loncat? karena mereka yakin ular tersebut berbahaya, mereka yakin ular tersebut bisa mematuk dan menggigit tubuhnya jika tak segera menghindar dan menjauh darinya.

Tak sedikit mereka yang tahu bahwa orang yang meninggalkan shalat nanti di alam kubur Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyiksanya dengan ular berbisa dan  siksaan-siksaan yang pedih lainnya, namun karena iman/keyakinannya lemah akan janji-janji Allah tersebut, maka pengetahuannya tersebut hanya sekedar menjadi pengetahuannya saja, mungkin mereka sangat pintar menjelaskan pengetahuan-pengetahuannya tersebut namun karena pengetahuannya tersebut tidak mampu membuat dirinya takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maka pengetahuan-pengetahuanya menjadi tidak bermanfaat.

Mereka sangat yakin dengan apa yang mereka saksikan dengan mata kepalanya, tetapi terhadap hal-hal yang belum terlihat mata mereka mudah sekali melupakan.

Mungkin hal tersebut bisa menjadi salah satu cara mendiagnosa iman kita masing-masng,  sejauh mana kita semangat untuk mengamalkan amal-amal agama dalam kehidupan kita. dimulai dari yang fardhu, kemudian yang sunnah2. Karena jika iman kita kuat, akan ada kekuatan mengamalkan apa-apa yang diperintahakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dimulai dengan amal-amal wajib yang telah diketahui ilmunya, kemudian yang sunnah-sunnah.

Mungkin dirumah kita sering lupa dimana menaruh kunci, lupa dimana menaruh HP, lupa menaruh kacamata, lupa menaruh pensil, buku atau yang lainnya. Kalau kita coba pikirkan , masalah-masalah dunia yang nampak di mata kepala saja kita kadang sering lupa, apalagi ini perkara agama yang tidak nampak mata, maka penting untuk kita terus menerus saling mengingatkan terutama tentang perkara agama.

Pengetahuan mengenai janji-janji Allah bisa menjadi keyakinan apabila pengetahuan tersebut senantiasa di mudzakarah dan diulang-ulang kemudian seikit-sedikit diamalkan. Jika amal yang kecil-kecil telah mampu dilakukan dengan keyakinan, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala akan berikan kekuatan iman, dan ilmu-ilmu yang bermanfaat lainnya.

Beda orang yang sakit fisiknya dengan orang yang sakit iman adalah  orang yang sakit fisiknya akan berusaha menyembuhkan dengan usaha pergi ke dokter, namun orang yang sakit imannya jangankan pergi berobat, terkadang diberitahu bahwa dia sedang sakit imannya saja tidak percaya.

Bagaimana perasaan seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya saat mengetahui dari dokter bahwa anaknya mengidap kanker ganas dan musti segera dioperasi, namun ketika si anak diberi tahu bahwa dirinya mengidap kanker ganas si anak tidak percaya, bahkan menganggap dokternya gila. Karena si anak sama sekali tidak merasakan sakit apa-apa. Tentu ini tidaklah wajar, namun hal ini tidak mustahil bagi penderita penyakit iman.

Benar masih banyak ilmu2 yang belum mampu kita amalkan, karena lemahnya iman kita. karena iman kita sedang sakit.

can you feel it?

30
Mar

Da’i - da’i yang seperti apa?

Tiap kita yang sudah terbiasa menaggapi setiap hal yang menyinggung hati, tanpa disadari hari-hari akan dipenuhi "rasa ingin disinggung".
Sesuatu yang jarang bisa dirasakan manusia karena merupakan rasa bawah sadar. Sudah menjadi sifat manusia bahwasanya apa (sesuatu yang otomatis) yang ada diluar kepala, menyukai sesuatu yang menjadi kebiasaan dalam pikiran, pengetahuan, dan dugaan. sehingga sesuatu yang terasa janggal dan terasa aneh cenderung serta merta ditolak.

Tentu kita boleh tersinggung dan bahkan wajib tersinggung ketika itu merupakan kewajiban dan tanggung jawab kita.

Alangkah nikmatnya seorang yang hatinya tidak mudah tersinggung dengan sesuatu yang memang tidak perlu hati tersinggung.
Masalah yang timbul adalah kita sering tersinggung dengan apa saja yang kita sudah biasa tanggapi meskipun hal itu bukan benar-benar sesuatu yang layak untuk membuat kita jadi tersinggung. Bahkan kepada kebenaran pun tiba-tiba hati menjadi serasa ingin  berontak.
Masalah yang timbul pada diri kita kebanyakan diawali oleh bisikan setan yang menyuruh kita berontak terhadap sesuatu yang haq dengan dalih tidak sesuai dengan keinginan diri/hawa nafsu yang liar. Diri yang terbiasa mengikuti hawa nafsu, sedikit demi sedikit telah menjadi kawan-kawan setan yang terkutuk, hal ini disebabkan setan telah berhasil memanfaatkan hawa nafsu kita sebagai tangan kanannya yang benar-benar tangguh. Hawa nafsu memang liar jika tidak ditertibkan, maka ingat hawa nafsu perlu untuk kita ditertibkan.

Insya Allah hati kita akan diberikan ketenangan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalau kita mau latihan meninggalkan pertengkaran kendatipun seakan kita berada dalam kebenaran.

Oleh karena itu orang tua yang shaleh menasihati para da’i supaya tidak mudah tersinggung ketika terjadi masalah-masalah kecil antar sesama da’i.  Ketika kita mendapat tawaran-tawaran ibadah dan da’wah agama terkadang diri-diri kita yang tanpa kita sadari telah sekian lama berisi dan berkawan dengan setan pemberontak, tiba-tiba merasa malas, atau malah ingin melawan dengan memberikan alasan-alasan yang tidak tepat atau alasan-alasan buatan lainnya. Hal ini karena sesuatu yang menuntut pengorbanan selalu berlawanan dengan hawa nafsu kita.

Padahal asas usaha atas Agama yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul yang mengajak kepada Petunjuk Allah adalah didominasi dengan masalah pengorbanan. Sangat menyedihkan ketika melhat diri kita berisi sangat kecil sekali akan pengorbanan-pengorbanan untuk agamanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kisah-kisah pengorbanan para Nabi dan Rasul dapat kita kaji di dalam Al-Qur’an yang mulia.

Seperti kisah Nabi Nuh ‘Alayhi salam yang dengan sabar berda’wah selama 950 ribu tahun, namun hanya beberapa umatnya yang mau beriman.
Kisah Nabi Ayub ‘Alayhi salam dengan kesabaran atas ujian-ujian kehilangan harta, keluarga, dan kesehatan yang menimpanya,
Kisah Nabi Yusuf ‘Alayhi salam dengan kesabaran dianiaya saudara-saudaranya dan difitnah.
Kisah Nabi Dawud ‘Alayhisalam dan Nabi Sulaiman ‘Alayhisalam yang dikarunia harta kekayaan dan kekuasaan yang luas namun tidak terlena dari beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kisah Nabi Ibrahim ‘Alayhisalam dan Nabi Ismail ‘Alayhisalam dengan segala pengorbanannya dan kesabarannya.
Kisah Nabis Musa ‘Alayhi salam, Kisah Nabi Isa ‘Alayhisalam dan nabi Muhammad Shallalahu’alayhi wa sallam dengan pengorbanan dan cinta kasihnya kepada Umat.

atau kisah-kisah menarik Majnun al-Qais dan Laila.

Ya seperti kisahnya Maj’nun al-Qais dan Laila, Qais mencintai Laila namun apakah yang mampu membuktikan cintanya Qais pada Laila? tidak lain dan tidak bukan melainkan  "pengorbanan".

Ketika Qais tiba di kotanya Laila, Qais dengan mesra menciup tembok kota, Qais melakukan hal itu bukan karena cintanya Qais pada tembok kota, namun karena begitu cintanya Qais pada orang yang tinggal didalam kota. Ketika Qais yang jatuh cinta ditanya, "Mana yang lebih engkau cintai antara Laila dibanding harta benda dunia dan seisinya?" Ternyata menurut pandangan Qais harta benda dunia dan seisinya tidaklah layak dibandingkan dengan cintanya kepada Laila, sehingga dengan mantap ia menjawab "Debu-debu yang menempel di sandalnya Laila lebih aku cintai dari pada  harta benda dunia dan seisinya."

Kalau kita mau sedikit fikir kisah di atas, betapa besar cinta Qais pada Laila, Meskipun cintanya hanyalah cinta main-main atau cinta syahwaniah, namun cinta tersebut patut untuk kita jadikan pelajaran. Karena kita tahu cinta yang sejati adalah cinta karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, cinta ini adalah cita imaniah , cinta yang tidak perlu melihat pada sesuatu yang dicintai. Jika cinta imaniah ini datang maka mendengar cerita-ceritanya saja sudah timbul perasaan cinta. Seperti kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam, baru  mendengar cerita perjalaanan hidup beliau saja kita sudah cinta, maka bagaimanakah kalau kita bertemu?, maka tidak heran jika cintanya para
Shahabat Radhiyallahu’anhum sangat tinggi kepada Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam.

Kembali ke kisah Qais dan Laila, Ketika sang kabilah yakni ayahanda  Laila mengetahui kabar bahwa seseorang yang bernama Qais telah tiba

di Kota, maka kabilah memberi pengumuman bahwa siapa orang yang bernama Qais  supaya datang ke alun-alun kerajaan jika ia memang berani menikah dengan putrinya. Mengingat Laila adalah putri yang sangat jelita dan terkenal di kota itu, ternyata yang datang ke alun-alun kota sangatlah banyak, maka orang yang tak bernama Qais pun datang dan mengaku-ngaku bernama Qais yang sangat mencintai Liala. Lalu kabilah memberikan syarat barang siapa ingin menikahi putrinya maka harus mengorbankan jari kelingkingnya untuk dipotong. Mendengar syarat yang diberikan oleh kabilah  orang-orang yang tadinya mengaku-ngaku dirinya sebagai Qais satu per satu keluar alun-alun dan pulang sambil menggerutu "Waduh.. masak mau menikahi putri kabilah saja musti kehilangan jari kelingking kita? nggak masuk akal..  ya udah deh buat kamu saja deh.. buat kamu aja deh.. " sehingga akhirnya tinggal satu orang Qais asli  tertinggal di alun-alun . Lalu dengan mantap Qais berkata "Silahkan tuan kabilah potong dan ambil jari-jari tangan saya jika memang itu yang bisa mendekatkan saya kepada Liala"

Subhanallah.
Jika kita fikir lagi cerita diatas, kendatipun cinta Qais kepada Laila termasuk cinta yang main-main (cinta Syahwaniah), terpapar dengan jelas bahwa bukti cinta seseorang kepada yang dicintainya adalah dengan pengorbanan, maka ketika ramai orang mengaku cinta kepada Allah, cinta kepda Islam, cinta kepada Rasul, akankah hanya segelintir manusia saja yang terbukti cintanya? Seorang da’i sejati dituntut untuk berkorban dengan harta, diri, dan waktunya. Maka bagaimana keadaan da’i - da’i saat ini?

Mungkin secara umum kalau boleh di bedakan ada 2 (dua) jenis gambaran da’i yang beredar saat ini.

Jenis da’i yang pertama, ketika seorang da’i baru saja pulang dari usaha da’wahnya, sesampainya dirumah disambut oleh sang istri dengan pertanyaan "Gimana pak? Dapet uang berapa pak?"

Jenis da’i yang kedua, ketika seorang da’i baru saja pulang dari usaha da’wahnya, sesampainya dirumah disambut oleh sang istri dengan pertanyaan "Gimana pak? Habis berapa pak? bekalnya kurang apa tidak?"

perbedaan yang mendasar dari kedua jenis da’i tersebut adalah da’i pertama menjadikan usaha da’wahnya, usaha agamanya, dan usaha fisabilillah-nya dalam rangka mencari harta benda duniawi, sedangkan da’i kedua mengorbankan harta benda duniawinya untuk berda’wah, dalam rangka usaha agama, dan usaha fisabilillah-nya.
Dan dari kedua jenis da’i tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan pilih mana saja da’i yang akan Dia jadikan sebab turunnya hidayah/petunjuk-Nya dan itu adalah terserah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya saja bagi da’i itu sendiri akan diberkan balasan dengan apa saja yang di diniatkan dalam usaha da’wahnya.

Jadi, Manakah produk-produk da’i yang populer saat ini?

Dikatakan bahwa nanti di akhirat umat nabi-nabi terdahulu belum akan masuk surga sebelum umat Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wa sallam telah memasukinya.
Pernahkah kita merenung mengapa umatnya Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wa sallam / umat akhir zaman ini di istimewakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala??
jawabannya Karena tugas dan tanggung Jawab umat ini ialah meneruskan tugas para Nabi dan Rasul yaitu berda’wah.

Sekarang Siapa yang bercita-cita menjadi da’i? perlu diketahui bahwa mau atau tidak mau tugas Umat Akhir Zaman yaitu umatnya Nabi terakhir Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah meneruskan usaha para Nabi dan Rasul. Mengajak kepada kebaikan, mencegah dari kemungkaran, beriman dan beramal shaleh. Itulah tugas dan ibadah istimewa umat akhir zaman, dan untuk itulah kita diciptakan. Sekali lagi asas usaha da’wah adalah pengorbanan.

Maka mari sedikit-sedikit  latihan lagi dan lagi sampai kita tidak ada lagi, setidaknya kita ada keprihatinan pada diri kita sendiri, mengapa sampai saat ini diri kita belum mampu berkorban seperti yang selayaknya kita berkorban.