19
Aug
09

Ya Allah Tolonglah Hamba-Mu

Terlihat seorang lelaki penuh fantasi bersusah payah mengayuh sepeda onthel dengan kencang di jalan yang menanjak menuju pasar, ternyata ia sedang mengejar sesosok pengendara sepeda yang berada jauh di depannya. Sesosok gadis pengendara sepeda onthel  yang rambutnya melambai-lambai dan tubuhnya berlikuk-likuk. Maksud pemuda itu sambil pergi kepasar ia ingin mengiringi  bersepeda dengan sosok gadis rambut terjurai itu . Sungguh dengan susah payah lelaki itu mengayuh speda dengan kekuatan penuh untuk menyusul sang gadis yang juga mengayuh speda dengan cukup kencang meski di jalan yang menanjak.

Akhirnya semakin dekat pemuda itu dengan si gadis dan setelah berhasil meyusul..  dan melihat wajahnya tiba-tiba..

dengan spontan lelaki itu berteriak dengan mantap sambil memegang dahinya dengan satu tangannya.  “Waduh…!!”

ternyata tidak sesuai dugaan, yang tadinya dikira seorang gadis ternyata seorang  waria yang lupa mencukur kumisnya. Waria itu tersenyum-senyum saja.

dengan perasaaan malu bercampur dengan penyesalan lelaki itu mulai memperlambat ayunan spedanya… waduh haduh haduh..

Sesampai di pasar pemuda lagi-lagi memegang kepalanya kali ini dengan dua tangannya dan berteriak “Waduh…”

Ternyata tak ada sepeser pun uang yang ia bawa, dia  lupa membawa uang belanjaan.(padahal dari awal sudah pede pergi ke pasar untuk belanja).

akhirnya lelaki itu pulang dengan perasaan kesal dan  campur aduk.. “hhhrrrr”

itulah contoh-contoh kejadian penyesalan di dunia,

Menyesal di dunia masih dapat diperbaiki, jangan sampai kita diakhirat menyesal karena tertipu oleh dunia ini, karena terlalu mengagung-agungkan dunia,  Dunia yang seharusnya menjadi sarana telah kita jadikan menjadi tujuan, jika kita tidak lagi dan lagi mengingatkan diri kita untuk memperbaiki keyakinan kita terhadap dunia yang fana ini, maka ditakutkan kita akan menyesal di akhirat yang tak akan dapat balik lagi ke dunia yaitu penyesalan yang tak dapat lagi diperbaiki, hanya bisa di sesali dengan sejadi-jadinya.

karena “waduh” di dunia jauh berbeda dengan “waduh” di akhirat
.

mari mumpung masih di dunia… jangan lupa..

Astaghfirullah… Subhanallah wabihamdihi subhanallahil ‘adzim..

Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad.

Ya Allah jadikan kami, orang-orang tua kami , saudara-saudara kami, keturunan-keturunan kami menjadi bagian orang-orang yang engkau selamatkan dari azabmu di dunia dan akhirat, amin Ya Allah..

Ya Allah Tolonglah hamba-hambaMu..




0 Responses to “Ya Allah Tolonglah Hamba-Mu”


  1. No Comments