25
Jun
09

Latihan Amal dan Niat

Alhamdulillah untuk pertama kalinya saya ikut latihan program khuruj fi sabilillah (keluar di jalan Allah) selama 40 hari, tetapi baru bisa daftari (khuruj sambil tetep ngantor), biasanya saya cuma 3 hari dan 3 hari setiap bulan atau kadang 2 hari saja atau 2,5 hari buat latihan meniru-niru para muhajirin dan ansar dikalangan shahabat Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wa sallam. Yang coba ditiru terutama sifat-sifat dari para shahabat muhajirin dan ansar, bagaimana bisa saling memuliakan dan saling meunaikan hak saudara-saudaranya. Seperti yang diabadikan Allah dalam Al Qur’an surat Al Anfal 8 : ayat 72, 74, dan surat At-Taubah 9: ayat 100 .  Tentunya dilakukan dengan berjamaah dan mengikuti tertib-tertib arahan musyawarah yang disepakati bersama untuk bisa mencapai target meningkatkan iman dan amal dalam rangka perbaikan diri.

kira2 8-9 bulan yang lalu sebelumnya telah dimusyawarahkan oleh para masyaikh dan da’i bahwa tahun ini boleh keluar 40 hari sambil kerja (daftari) , dan untuk kali ini beberapa hari sebelum keberangkatan saya, ternyata dimarkaz ada dimusyawarahkan lagi bahwasanya khuruj fi sabilillah kembali harus full. sedang yang khuruj sambil kerja, oleh markaz dinamakan Nusroh Jamaah Full. Makanya labelnya saya namakan jadi latihan khuruj nusroh jamaah full :)  Maksudnya mencoba tetap latihan khuruj fisabilillah tapi juga mencoba latihan mentaati keputusan musyawarah meskipun belum bisa sempurna. Karena lemah jadinya ya seperti ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala tambahkan kekuatan. Amin.

sekadar laporan untuk menambah semangat kita semua untuk beramal:

Yang paling berkesan selama program khuruj ini, adalah setiap malam harinya ketika i’tikaf di masjid (biasanya setelah Shalat Isya jam 9 atau jam 10 jamaah sudah pada tidur kecuali yang bertugas jaga malam) dari di rentan waktu +- jam 12 malam sampai menjelang subuh 4.00 ,  ketika saya ada terbangun (nglilir diantara rentan waktu itu) hampir tiap malam saya lihat dan dengar bapak2,  mas2, dan simbah2 kakung yang senior-senior di kegelapan malam di dalam masjid sedang berdiri shalat malam dan ada yang sedang duduk iftirashy menangis sayup-sayup tersedu-sedu, ada yang menangis mohon ampun atas dosa-dosa mereka dan keluarga mereka, ada yang memohon supaya ditutup aib-aib mereka dan saudara-saudara mereka, dan yang tidak pernah tertinggal mereka menangis-nangis supaya  diri, keluarga mereka, orang dikampung yang ditinggal , orang kampung yang didatangi, dan umat seluruh alam diberikan hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena setiap pagi setelah shalat subuh diadakan musyawarah dan dalam musyawarah itu salah satu agendanya adalah dicatatnya nama-nama  saudara muslim dari  masyarakat  di sekitar masjid yang telah dikunjungi dan diajak kepada Allah. Dari nama-nama yang telah dicatat inilah pada malam harinya didoakan sungguh-sungguh oleh para karkun(”pekerja” agama) ketika shalat-shalat malamnya sambil nangis-nangis.

Karena tersuasana , saya juga akhirnya latihan mendoakan keluarga dan umat seluruh alam supaya diberikan hidayah.

Pulang pulang beberapa hari kemarin, keanehan terjadi di rumah (mertua), setelah saya tinggal selama 40 hari, istri saya baca qur’annya tambah istiqomah, Istri saya juga kasih laporan bahwa pembantunya yang tadinya susah sekali kalau disuruh shalat  tiba-tiba jadi mau shalat dengan sendirinya. Istri saya senang sekali, dia bilang “mungkin karena saya sering baca ta’lim  dirumah mas” (soalnya musyawarahnya kalau baca ta’lim suaranya agak dikeraskan tapi jangan terlalu keras) . dan yang menyenangkan lagi ketika saya pulang, dirumah istri saya ada satu lagi yang jadi mau shalat selain pembantunya tadi subhanallah, yaitu pembantu di warung sebelah :). Subhanallah.

Subhanallah senang sekali saya, Astaghfirullah..
saya jadi teringat nasihat dari teman karkun bahwa meskipun kita kerjanya disini tapi kita niatkan untuk seluruh alam, dan Allah Maha menyampaikan apa yang menjadi niat amal kita selama amal kita tidak bertentangan dengan Syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala.  Subhanallah.. benar bahkan ketika adzanpun hendaknya kita niatkan bukan hanya untuk memanggil orang-orang kampung sekita masjid, tapi hendaknya kita niatkan untuk seluruh alam, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Tuhan penguasa seluruh Alam. Allahu rabbul ‘alamin..

Di rumah kontrakan juga begitu , tetangga saya(suami istri 3 anak) yang sebelumnya belum sholat di masjid dan berhijab, sekarang  Alhamdulillah nggak tahu dari mana siapa yang ajak, tiba - tiba mau sama2 pergi ke masjid dan istrinya mau berhijab, bahkan istri dan anaknya juga diajak ke masjid (wanita memang lebih utama shalat di rumah, tetapi tak ada masalah jika sekalian anaknya mau ke masjid). subhanallah… tadinya saya masih sungkan kalau mau ketuk pintu untuk ajak shalat (karena saya orang baru di perumahan tempat saya ngontrak dan lemah iman), sekarang setelah saya dan istri saya melihat sendiri bahwa tetangga kami telah diberi kekuatan oleh Allah melangkahkan kaki ke masjid untuk shalat 5 waktu , jadinya kalau pas subuh2 saya ketok pintu tetangga saya untuk bangunkan shalat berjamaah ke masjid kalau tetangga saya masih ketiduran. Alhamdulillah beliau senang..  sampai saat ini belum saya tanyakan apa yang membuat beliau tiba-tiba  mau sama-sama shalat berjamaah ke masjid. Yang jelas yang memberi kekuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukankah ketika kita dipanggil untuk shalat dalam adzan pada saat kalimat hayya ‘alasholah (mari menuju kepada Shalat)  dan hayya ‘alal falah..(mari menuju kepada kemenangan..) kita di sunnahkan mengucapkan kalimat “Laa haula wa laa quwata illa billah” (tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah), jadi sudah jelas yang memberi kekuatan untuk bisa shalat adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. dan memang sudah dipilih Allah untuk dimampukan SHalat berjamaah ke masjid. Buktinya diluar sana banyak orang2 yang fisiknya lebih kuat dan lebih sehat bahkan atlit binaraga mungkin, tapi untuk mengangkat selimut dan membuka mata untuk melaksanakan shalat  tidak Allah beri kekuatan sama sekali. Makanya kita harus banyak-banyak bersyukur, tetapi juga  risau dan kasih sayang kepada saudara-saudara kita yang belum mampu melaksanakan shalat, bagaimana mereka bisa sama-sama menjalankan perintah Allah Ta’ala yang utama ini. Karena ini tanggung jawab kita sama-sama sebagai umat Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alayhi wasallam.

Tahun 2009 ini umat Islam di Indonesia akan kedatangan hajatan besar dengan kedatangan para Masyaikh dari berbagai negara yang sudah banyak berkorban (bertungkus lumus) mengorbankan hidupnya hanya untuk Agama  Allah Ta’ala dalam memberikan bayan(penjelasan amal) nanti bulan juli di jakarta. Kalau ingin lihat gambaran kecil kehidupan para shahabat Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wasallam , maka mari sama-sama hadir dalam ijtima Indonesia 2009 di Bumi Serpong Damai tgl 18,19,20 Juli pas liburan tuh. Kalu mau lanjutkan ukut musyawarah bersama para Masyaikh tgl 21, 22, 23. (para masyaikh yang hari-hari fikir umat, tidak pernah keluar celaan dari mulut mereka kepada saudara-saudara muslimnya, karena waktu, harta dan dirinya habis untuk fikir bagaimana umat dapat selamat didunia yang sementara dan akhirat yang selama-lamanya)




0 Responses to “Latihan Amal dan Niat”


  1. No Comments

Leave a Reply

You must login to post a comment.