Archive for December 29th, 2008

29
Dec

Latihan Fikir Umat

Hadirin yang dimuliyakan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, serta orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat.

Aku berlindung kepada Allah dari keburukan diri sendiri, dan dari keburukan amal-amalku.
Sesungguhnya kebahagiaan dan kejayaan manusia terletak dalam amal agama yang sempurna sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullahi Shallallahu’alayhi wa sallam.

Dan sesungguhnya perkara yang paling penting adalah perkara agama, perkara yang oleh karenanya Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan para Nabi dan Rasul ke dunia ini. Sejak Nabi Adam Alayhissallam hingga Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wa sallam Allah telah tetapkan bahwa kebahagiaan dan kemenangan manusia di dunia dan akhirat berada dalam petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, siapa yang mau mengikuti petunjuk-Nya dialah yang akan sukses dunia dan akhirat, dan siapa yang mengingkarinya dialah yang akan sesngsara.

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala , Umat saat ini akan sukses apabila mau mengikuti sunnah-sunnah Nabiyullah dan Rasulullah yang telah di utus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Baik itu sunnah Tindakan, sunnah Tampilan, sekaligus sunnah Fikir-nya Kepada umat.

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala , sebagaimana beras yang dihasilkan dari usaha para petani dalam menggarap tanaman padi di sawah, Maka manusia saat ini banyak yang suka makan beras/nasi namun umat saat ini tidak banyak yang suka menjadi petani beras yaitu usaha atas beras, padahal usaha atas beras tersebut adalah lebih tinggi nilainya dibandingkan beras itu sendiri. Sebanyak apapun persediaan beras, jika usaha atas beras terhenti maka lambat laun akan habislah beras.

Demikian pula keadaan umat saat ini, banyak yang suka amal agama, nikmat bisa ucap agama, nikmat hari-hari bisa munajat, namun tidak banyak yang mau ikut sunnah Rasul yang tinggi yaitu sunnah fikirnya Rasul Yaitu memikirkan bagaimana umat terbebas dari api neraka dan masuk Surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jika Umat mau mengikuti sunnah-sunnah Rasul dengan sempurna ketiga-tiganya maka Umat ini akan bankit sebagai umat nubuwah. Siapa yang tidak rindu dengan umat Nubuwah? kita rindu dengan umat nubuwah. Maukah kita menjadi umat Nubuwah.

Maka mari kita latihan sama-sama untuk selain kita beribadah untuk diri kita dan keluarga dekat kita, kita pikirkan pula saudara-saudara kita di sekeliling kita, fikir dan risau kita akan saudara kita menunjukan adanya iman dalam diri kita.

29
Dec

Hati Tempat Jatuhnya Pandangan Allah

sesungguhnya kebahagiaan dan kejayaan manusia di dunia dan akhirat terletak dalam amal agama yang sempurna, sebagaimana yang telah di contohkan oleh Rasulullahi shallallahu’alayhi wa sallam. Sejauh mana kita Taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, sejauh itu pula kita akan benar-benar bahagia.

Umat saat ini belum mampu dan sangat sulit mengamalkan agama secara sempurna, sedang para shahabat Radhiyallahu’anhum telah mampu mengamalkan agama dengan sempurna karena dalam diri para sahabat mempunyai sifat-sifat yang mulia.

Umat saat ini akan ada kekuatan untuk mengamalkan agama secara sempurna apabila memiliki sifat-sifat sebagaimana yang dimiliki oleh para sahabat Radhiyallahu’anhum.

Hadirin saudaraku yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, diri kita telah diciptakan Allah Subhanahu wa ta’ala terdiri dari jasad dan ruhani, namun keduanya memiliki asbab yang berbeda untuk menjamin kesehatan dan kesempurnaan-nya.

Kesalahan yang banyak terjadi dalam diri umat hari ini dapat digambarkan melalui perumpamaan seekor kuda beserta seorang joki yang di kontrak melatih kuda oleh sang manajer untuk mengikuti suatu perlombaan balap kuda. Setahun sebelum perlombaan dimulai sang manajer telah mengontrak joki beserta kudanya dengan harga 100 Juta rupiah Untuk persiapan lomba tahun depan. Perjanjianpun ditanda tangani hitam diatas putih. Maka selang satu bukan semenjak kontrak ditanda tangani, ternyata ibu si joki mengalami sakit keras yang memerlukan biaya perawatan yang tidak sedikit selama di rumah sakit. Singkat cerita uang kontrak yang berjumlah 100 juta rupiah tersebut oleh joki digunakan terlebih dahulu untuk biaya pengobatan ibunya, maka setelah ibunya sembuh giliran harta kekayaan dan uang si joki kini telah habis digunakan untuk seluruh biaya pengobatan sang ibu. Kemudian joki pun menemui sang manajer untuk meminta tambahan atau pinjaman uang untuk biaya pelatihan kuda dan biaya hidupnya. Namun apa yang terjadi? Sang manajer menolak mentah-mentah permintaan joki tersebut dengan alasan perjanjian kontrak tidak boleh berubah.

Kemudian sang joki berkata : “Tapi saya sekarang sudah tidak punya tempat tinggal lagi tuan”

Jawab sang manajer : “Ya itu terserah kamu, kalau kamu mau tinggal ya silakan saja tinggal di kandang kuda sana”

Joki : “Tapi saya juga butuh makan tuan”

Manajer : “Wah itu lagi, itu juga urusan kamu, saya sudah habiskan 100 juta untuk membayar kamu, kalau kamu mau makan, makan saja makanan kuda”

Joki : “tapi saya juga butuh minum tuan”

Manajer : “Minum saja itu minuman kuda”

Sehingga hari demi hari selama masa kontrak sijoki tinggal di kandang kuda, dan makan rumput kuda, minum air mimum kuda. Sampai pada hari H dimana perlombaan akan dilaksanakan, keadaan antara kuda dan joki sangat kontras, Keadaan Kuda gagah dan kuat , sedangkan joki kurus , lemas, sakit-sakitan dan korengan. Maka ketika perlombanan dimulai baru saja start beberapa detik si joki sudah terpental jatuh dari atas kuda , sehingga kuda lari sendiri tak terkendali kesana-kemari.

Demikianlah perumpamaan jasad dan ruhani kita, masing-masing mempunyai makanan , makanan ruhani kita adalah Agama yang sempurna, makanan ruhani kita adalah amal ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita, makanan ruhani kita adalah iman dan amal-amal shaleh kita, sedangkan makanan-makan fisik menyehatkan yang setiap hari kita konsumsi adalah makanan jasad kita.

Dari cerita tersebut yang salah sebenarnya bukan joki,tapi manajernyalah yang kurang paham akan kebutuhan-kebutuhan si joki. Nah manajer itu adalah diri kita saudaraku.

Maka saudaraku yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Kita di dunia ini hanya akan sebentar saja, kalau kita beruntung paling-paling hidup kita 60 - 70 tahun di dunia ini, kalau lebihpun tidak jauh-jauh dari itu. Setelah itu kita akan meniggalkan dunia yang sementara ini menuju kehidupan yang sebenarnya yaitu kehidupan akhirat yang ada awalnya dan tak ada akhirnya. Sayang jika kita sia-siakan amanat Allah berupa umur kita dengan sia-sia tanpa mengambil perbekalan sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat kita.

Jangan sampai keadaan akhir hidup kita seperti nasib sijoki dan sikuda, bukanya mengantar kepada tujuan, malah akan menyengsarakan diri kita dan hati kita.

Hati tempat jatuhnya pandangan Allah.