Hadirin yang dimuliyakan Allah Subhanahu wa Ta’ala
Segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, serta orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat.
Aku berlindung kepada Allah dari keburukan diri sendiri, dan dari keburukan amal-amalku.
Sesungguhnya kebahagiaan dan kejayaan manusia terletak dalam amal agama yang sempurna sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullahi Shallallahu’alayhi wa sallam.
Dan sesungguhnya perkara yang paling penting adalah perkara agama, perkara yang oleh karenanya Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan para Nabi dan Rasul ke dunia ini. Sejak Nabi Adam Alayhissallam hingga Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wa sallam Allah telah tetapkan bahwa kebahagiaan dan kemenangan manusia di dunia dan akhirat berada dalam petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, siapa yang mau mengikuti petunjuk-Nya dialah yang akan sukses dunia dan akhirat, dan siapa yang mengingkarinya dialah yang akan sesngsara.
Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala , Umat saat ini akan sukses apabila mau mengikuti sunnah-sunnah Nabiyullah dan Rasulullah yang telah di utus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Baik itu sunnah Tindakan, sunnah Tampilan, sekaligus sunnah Fikir-nya Kepada umat.
Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala , sebagaimana beras yang dihasilkan dari usaha para petani dalam menggarap tanaman padi di sawah, Maka manusia saat ini banyak yang suka makan beras/nasi namun umat saat ini tidak banyak yang suka menjadi petani beras yaitu usaha atas beras, padahal usaha atas beras tersebut adalah lebih tinggi nilainya dibandingkan beras itu sendiri. Sebanyak apapun persediaan beras, jika usaha atas beras terhenti maka lambat laun akan habislah beras.
Demikian pula keadaan umat saat ini, banyak yang suka amal agama, nikmat bisa ucap agama, nikmat hari-hari bisa munajat, namun tidak banyak yang mau ikut sunnah Rasul yang tinggi yaitu sunnah fikirnya Rasul Yaitu memikirkan bagaimana umat terbebas dari api neraka dan masuk Surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jika Umat mau mengikuti sunnah-sunnah Rasul dengan sempurna ketiga-tiganya maka Umat ini akan bankit sebagai umat nubuwah. Siapa yang tidak rindu dengan umat Nubuwah? kita rindu dengan umat nubuwah. Maukah kita menjadi umat Nubuwah.
Maka mari kita latihan sama-sama untuk selain kita beribadah untuk diri kita dan keluarga dekat kita, kita pikirkan pula saudara-saudara kita di sekeliling kita, fikir dan risau kita akan saudara kita menunjukan adanya iman dalam diri kita.