SeorangĀ nenek yang lumpuh dan bisu terbaring sendirian di atas tempat tidur di dalam rumahnya, tak ada seorangpun yang menemaninya, tak tahu mengapa Api tiba-tiba menjalar kedalam rumah yang akhirnya membuat rumahnya sedikit demi sedikit terbakar, Melihat semua itu sang nenek sadar bahwa tak ada seorangpun yang akan menolongnya kecuali Robbnya yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam keadaan seperti itu apa yang mampu nenek lakukan?
Nenek memohon dan merengek-rengek dalam hatinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena memang nenek telah berada dalam keadaan yang selemah-lemahnya manusia. Namun Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mendengar dan Melihat Hati hati manusia dengan segala jeritan dan keluh kesahnya, maka jika Allah berkehendak tak dapat seorangpun dari makhluknya yang dapat menghalangi ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Alhamdulillah Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha mendengarkan doa-doa para hambanya selama hamba tersebut masih hidup. Selama hamba-hambaNya masih hidup maka dosa sebesar apapun akan terampun jika hamba tersebutĀ mau dengan sungguh-sungguh berdo’a mohon ampun (bertaubat) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Begitu juga dengan hati kita, jika hati kita masih hidup maka pintu-pintu doa akan senantiasa dibuka oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Bagaimana merubah kemungkaran yang sering kita saksikan dengan mengandalkan iman-man kita yang lemah..? tidak ada lain kecuali dengan memanfaatkan hati-hati kita untuk berdoa merengek-rengek kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Pencipta kita, Yang Menguasai seluruh makhluk dan alam ciptaanNya, Yang Maha Meliputi seluruh ciptaanNya.
Maka adakah kita pernah memohon kepada Allah supaya Allah subhanahu wa Ta’ala mengubah kemaksiatan dan kemungkaran yang kita temui di depan mata kita?
Atau sudah mengeras dan sekaratkah hati-hati kita sampai-sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala tega tidak memberi hidayah kepada hati-hati kita untuk berdo’a kepada Nya?
Jangan biarkan hati kita mati…
Jangan biarkan hati kita mati…
jangan biarkan hati kita mati…
Jangan sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala menutup mata, hati dan pendengaran kita dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Ya Allah berilah kami petunjuk dan kekuatan untuk menggapai Ridho-Mu.. Ya Allah..
Subhanaka Allahumma wa bihamdika, AsyhaduaLaa ilaaha illa anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaika ya Rabb.
Mari kita latihan mendokan saudara-saudara kita. mari..
0 Responses to “Latihan mendoakan saudara saudara kita”
Leave a Reply
You must login to post a comment.