Archive for April, 2008

15
Apr

Penyakit Iman

Oleh : Romfrom Neja

Dimusim dingin, saat itu banyak orang tidur terlelap di balik selimut-selimut tebalnya,
Ketika terdengar adzan subuh berkumandang dari salah satu masjid, beberapa orang langsung bangun dari tidurnya mendatangi masjid untuk melaksanakan ibadah shalat subuh berjamaah di masjid, meskipun udara saat itu sangat dingin.

Pada saat yang sama, ketika terdengar adzan subuh berkumandang, ada yang tetap terlelap, ada juga yang terbangun namun hanya berbalik arah tidur, ada yang terbangun sebentar kemudian merasakan dinginnya hawa dalam rumah kemudian balik lagi ketempat tidurnya dalam selimut karena membayangkan betapa dinginnya udara diluar. Mereka sebenarnya tahu kalau shalat subuh itu kewajiban, tapi karena udara dingin dan sepertinya nyaman kalau tidur lagi.

Diwaktu yang sama apabila ada seekor ular berbisa tiba-tiba mendekati orang-orang yang sedang nyaman tidur, kemudian orang-orang yang sedang enak-enak didalam selimut itu tahu bahwa ada ular berbisa mendekatinya , tentu dengan serta merta mereka akan kaget atau bahkan akan langsung meloncat dari tempat tidurnya.

Mengapa mereka loncat? karena mereka yakin ular tersebut berbahaya, mereka yakin ular tersebut bisa mematuk dan menggigit tubuhnya jika tak segera menghindar dan menjauh darinya.

Tak sedikit mereka yang tahu bahwa orang yang meninggalkan shalat nanti di alam kubur Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyiksanya dengan ular berbisa dan  siksaan-siksaan yang pedih lainnya, namun karena iman/keyakinannya lemah akan janji-janji Allah tersebut, maka pengetahuannya tersebut hanya sekedar menjadi pengetahuannya saja, mungkin mereka sangat pintar menjelaskan pengetahuan-pengetahuannya tersebut namun karena pengetahuannya tersebut tidak mampu membuat dirinya takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maka pengetahuan-pengetahuanya menjadi tidak bermanfaat.

Mereka sangat yakin dengan apa yang mereka saksikan dengan mata kepalanya, tetapi terhadap hal-hal yang belum terlihat mata mereka mudah sekali melupakan.

Mungkin hal tersebut bisa menjadi salah satu cara mendiagnosa iman kita masing-masng,  sejauh mana kita semangat untuk mengamalkan amal-amal agama dalam kehidupan kita. dimulai dari yang fardhu, kemudian yang sunnah2. Karena jika iman kita kuat, akan ada kekuatan mengamalkan apa-apa yang diperintahakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dimulai dengan amal-amal wajib yang telah diketahui ilmunya, kemudian yang sunnah-sunnah.

Mungkin dirumah kita sering lupa dimana menaruh kunci, lupa dimana menaruh HP, lupa menaruh kacamata, lupa menaruh pensil, buku atau yang lainnya. Kalau kita coba pikirkan , masalah-masalah dunia yang nampak di mata kepala saja kita kadang sering lupa, apalagi ini perkara agama yang tidak nampak mata, maka penting untuk kita terus menerus saling mengingatkan terutama tentang perkara agama.

Pengetahuan mengenai janji-janji Allah bisa menjadi keyakinan apabila pengetahuan tersebut senantiasa di mudzakarah dan diulang-ulang kemudian seikit-sedikit diamalkan. Jika amal yang kecil-kecil telah mampu dilakukan dengan keyakinan, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala akan berikan kekuatan iman, dan ilmu-ilmu yang bermanfaat lainnya.

Beda orang yang sakit fisiknya dengan orang yang sakit iman adalah  orang yang sakit fisiknya akan berusaha menyembuhkan dengan usaha pergi ke dokter, namun orang yang sakit imannya jangankan pergi berobat, terkadang diberitahu bahwa dia sedang sakit imannya saja tidak percaya.

Bagaimana perasaan seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya saat mengetahui dari dokter bahwa anaknya mengidap kanker ganas dan musti segera dioperasi, namun ketika si anak diberi tahu bahwa dirinya mengidap kanker ganas si anak tidak percaya, bahkan menganggap dokternya gila. Karena si anak sama sekali tidak merasakan sakit apa-apa. Tentu ini tidaklah wajar, namun hal ini tidak mustahil bagi penderita penyakit iman.

Benar masih banyak ilmu2 yang belum mampu kita amalkan, karena lemahnya iman kita. karena iman kita sedang sakit.

can you feel it?