Archive for December, 2007

29
Dec

Teman2 Hidup dan Suasana

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

Teman2 dan kawan2 kita dimana saja yang kita biasa berkomunikasi atau bertatap muka dengannya, sangat tinggi pengaruhnya terhadap hati dan perilaku kita. Buat hati, teman dan suasana adalah asbab menjadi keras atau melembutnya hati kita. Buat perilaku, teman dan suasana adalah asbab kita mampu beramal shaleh atau beramal dosa. Allah Subhanah wa Ta’ala menciptakan potensi negatip dan positip dalam diri kita (QS.AsSyams 91: ayat 8) , kemudian oleh teman hidup dan lingkungan yang ada kita akan sedikit demi sedikit  digiring untuk memaksimalkan potensi-potensi kita tersebut.

Sebagai perumpamaan bagaimana seorang yang jago Teknologi Informasi  dan Jaringan Komputer mampu menyulap sebuah PC server router ‘murahan’ biasa, menjadi layaknya Switch Catalyst Cisco yang ‘mahalan’, sebaliknya bagaimana seorang hacker profesional yang jahat mampu merubah sebuah jaringan dengan Switch catalatyst Cisco lengkap dengan fasilitasnya, menjadi seperti sebuah PC Server murahan tanpa autentikasi dan firewall sehingga mudah untuk ‘direka daya’.   Atau dalam dunia persilatan bagaimana sekelompok setan yang bercokol di hati mampu membuat seorang guru ngaji, tanpa sadar terjerumus bertingkah laku keji seperti orang ‘badui’ arab dahulu yang  jahilnya menjadi "sejahil-jahilnya jahil." Begitu pula manusia yang dulunya banyak berbuat maksiat dan dosa namun mampu sedikit demi sedikit bertaubat, lalu berbuat baik dan beramal shaleh karena pengaruh suasana dan ajakan dari teman-teman barunya yang shaleh.

Meskipun demikian pertanyaan pertama yang tepat bukanlah "Siapakah teman dan kawan kita sekarang?" atau "Suasana/lingkungan seperti apakah yang kita miliki sekarang?", namun yang lebih tepat untuk mengisterospeksi diri adalah pertanyaan "Lebih cenderung menuju manakah hati kita saat ini?" menuju Allah atau malah menjauhi-Nya? cenderung bertaubat atau cenderung maksiat. Seperti halnya vektor yang memiliki arah, tiap-tiap hati kita ada kecenderungannya. Allah Maha Menyaksikan usaha seseorang hamba untuk bertaubat dan mendekatkan diri pada-

Nya begitu pula sebaliknya. Jika seseorang meninggal dunia dengan membawa hati dan amal akhir yang cenderung mengarah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, insya Allah ia akan masuk syurga.

Seperti kisah preman jahat yang bertato di badannya yang ingin bertaubat dari perbuatan-perbuatan jahatnya, ia ragu untuk bertaubat hanya karena merasa tidak pantas bertaubat disebabkan terdapat tato-tato yang terlanjur mengotori sekujur tubuhnya, maka dikatakan  kepada preman tersebut  "Sebenarnya bukan tato-tato yang ada di badanmu yang mesti kau khawatirkan, akan tetapi tato-tato  di hatimulah yang harus benar- benar kau khawatirkan. Preman, apa benar tato-tato itu telah mengerak dan menyatu di hatimu?"

Memang yang lebih mengkhawatirkan iman kita adalah daki-daki keimanan(khurafat) yang ada dalam hati kita, kita musti benar benar memohon dijauhkan dari segala yang merusak aqidah/yakin iman kita. Karena daki-daki itu begitu halus dapat bersemi di hati siapa saja yang kosong dari dzikrullah, kosong dari mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala. Kekosongan dari mengingat Allah ini ada asbab atau sebab-sebabnya, salah satunya bisa karena ia cenderung lebih yakin dengan apa yang ada di genggamannya dari pada apa yang ada di sisi Allah, lebih yakin apa dengan apa yang ada di dirinya dari pada apa yang ada disisi Allah. Disamping juga pengaruh kuat dari bisikan-bisikan syetan / teman-temannya yang benar-benar menyesatkan.

Maka dari itulah teman2ku sekalian yang kucintai jangan ragu-ragu, mumpung masih hidup, marilah kita saling ajak mengajak kepada kebaikan semampu kita, dan bukan semau kita. Ynag sederhana mari kita mulai mengajak teman dan saudara disekitar kita untuk pergi ke majlis-majlis dzikir yang banyak mengingat Allah, salah satu majelis yang paling gampang kita temukan adalah di masjid-masjid sekitar kita di saat waktu- waktu shalat wajib tiba , maka itulah saat yang tepat untuk menghadiri majlis-majlis tersebut, karena disebutkan bahwa shalat adalah "dzikir akbar" dzikir yang besar dan utama.

Semoga dengan kita banyak menghadiri majlis-majlis dzikir, kita bisa mendapatkan teman-teman yang lebih shaleh, dosa-dosa kita diampuni, dan tidak mudah terkesan/terpengaruh pada suasana yang kurang baik.

Sebagai penutup saya kutipkan dua hadist

Dalam hadist Nabi Muhammad Rasuulullah Shallallahu’alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim

" Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu ia berkata : Rasuulullah Shallallahu’alayhi wa sallam bersabda : "Sungguh, Allah Ta’ala mempunyai malaikiat-malaikat yang selalu berkeliling mencari ahli dzikir. Apabila mereka menemukan kaum yang berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, mereka saling memanggil : "Datanglah kemari kepada hajat kalian!" Para malaikat tersebut itu lalu melingkupi para ahli dzikir dengan sayap- sayap mereka hingga memenuhi ruangan yang yang berada antara ahli dzikir sampai langit dunia. Apabila ahli dzikir itu telah kembali ketempat masing-masing , maka para malaikat tersebut naik ke langit, dan kemudian ditanya oleh Allah Azza wa Jalla padahal Allah telah mengetahui : "Dari mana kalian datang?" Para malaikat menjawab : "Kami baru saja mendatangi hamba-Mu di bumi yang membaca tasbih, takbir, tahlil, dan tahmid, dan memohon kepada-Mu." Allah bertanya :"Apakah mereka melihat-Ku?"  Para malaikat menjawab : " Tidak demi Allah mereka tidak melihat-Mu." Allah bertanya : "Bagaimanakah seandainya mereka melihat-Ku?" Para malaikat menjawab : " Seandainya mereka melihat-Mu, tentu mereka lebih keras beribadah kepada-Mu, lebih bersungguh-sungguh mengagungkan-Mu dan lebih banyak lagi  bertasbih kepada-Mu." Allah bertanya : "Apakah yang mereka minta?" Malaikat menjawab : "Mereka meminta surga."  Allah bertanya : "Apakah mereka pernah melihat surga-Ku?" Para malaikat menjawab : "Tidak demi Allah, mereka belum pernah melihatnya".  Allah bertanya : " Lantas bagaimana jika mereka melihat surga-Ku?" Para malaikat menjawab : "Seandainya mereka pernah melihatnya, tentu lebih kuat keinginan mereka terhadap surga itu dan selalu memintanya serta lebih besar dambaan mereka terhadapnya."  Allah bertanya : "Dari apakah mereka mohon  perlindungan?"  Para malaikat menjawab : "Mereka meminta perlindungan dari neraka."   Allah bertanya : "Apakah mereka pernah melihat neraka-Ku?"  Para malaikat menjawab : "Tidak demi Allah , mereka belum pernah melihatnya."  Allah bertanya : "Lantas bagaimana jika mereka melihat neraka-Ku?" Para malaikat menjawab : "Seandainya mereka melihatnya, tentu bertambah kuat  dan jauh lari mereka terhadapnya." Allah berfirman : "Saksikanlah oleh kalian bahwa Aku telah mengampuni mereka."  Ada malaikat yang menyela : "Di antara mereka terdapat si Fulan yang tidak termasuk mereka (hanya duduk-duduk saja), dia datang hanya untuk kepentingan pribadi." Allah berfirman : "Mereka sama-sama duduk, tidak akan celaka oleh teman duduk mereka.  Dalam riwayat Muslim Allah berfirman : "Kepada Fulan pun Aku mengampuninya. Mereka semua termasuk ahli dzikir, dimana tidak ada seorang yang duduk di situ akan mendapat celaka."
(HR.bukhari dan Muslim, Riyadhus shalihin Bab Keutamaan Majlis Dzikir)

"Dari Abu Waqid al Harits bin Auf R.a bahwasanya Rasululah Shallallahu ‘alayhi wa sallam duduk bersama para sahabat di dalam masjid, kemudian tiba-tiba datang tiga orang yang mana dua orang di antaranya tiga orang itu menuju Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa sallam, dan yang seorang lagi pergi begitu saja. Dua orang itu berhenti di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, kemudia salah seorang di antara mereka melihat ada suatu tempat kosong di tengah-tengah majlis, lantas ia duduk di tempat kosong itu, dan yang lain duduk di sekitar majlis. Adapun orang yang ke tiga pergi meninggalkan majlis tersebut. Setelah rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam seesai memberi nasihat, beliau bersabda : "Maukah kalian aku beritahu tentang ketiga orang itu? " Adapun salah serang di antara mereka mendekat kepada Allah, maka Allah pun memberi tempat kepadanya, adapaun yang kedua merasa malu, maka Allah pun menghargai malunya, dan yang lain berpaling, maka Allah pun berpaling dari padanya. " (HR.bukhari dan Muslim, Riyadhus shalihin Bab Keutamaan Majlis Dzikir)

semoga bermanfaat
Wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

17
Dec

Tertipu - tipu

Kalau kita berani jujur melihat dan bertanya kepada hati kita,
kita akan temukan bagian terjujur dalam hati kita.
Hati diciptakan sinkron dengan amal-amal shaleh
Hati diciptakan sinkron dengan amal-amal baik.
Dan selalu bertentangan dengan amal dosa dan kefasikan.
Hati menjadi sehat dengan amal-amal agama,
dan menjadi sakit dengan amal-amal dosa.

jika aku yang berdosa mengaku
bahwa diriku bangga dan bahagia..
dengan dosa-dosa yang nista
aku sebenarnya telah..
berbohong pada hatiku

ketika dia yang berdosa berkata
bahwa dirinya bangga dan bahagia
dengan amal-amal dosanya,
dia sebenarnya telah..
menipu daya hatinya

ketika mereka yang berdosa berkata
bahwa dirinya bangga dan bahagia
dengan amal-amal dosanya
mereka sebenarnya telah..
menghianati hati mereka.

Jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala
tak memberi petunjuk di dalam hatinya
tentu dirinya telah menipu dirinya
karena hawa nafsunya
mendominasi hari-harinya.

Jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala
tak memberi petunjuk di dalam hatiku
tentu diriku telah menipu diriku
karena hawa nafsuku
mendominasi hari-hariku..

Ya Allah.. berilah kami petunjukMu..
selalu.. tunjukan kami jalan yang lurus..
Amin..