Archive for October, 2007

29
Oct

Iman ustad iman kita

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

Seorang manusia yang beriman hendaknya bertanggung jawab atas apa yang ada dihadapannya. kita yang mengaku beriman kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala dan hari akhir sudah selayaknya merespon apa-apa yang kita geluti, apa-apa yang kita dengarkan, apa-apa yang kita lihat dengan akhlak yang di contohkan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam. Bisa senyum "masya Allah cantiknya istriku ini.., masya Allah baiknya istriku ini.. masya Allah.. gantengnya suamiku ini..masya Allah baiknya suamiku ini.. (buat yang udah nikah)" , bisa pakai tangan mempersilakan "moggo mas , monggo dik..", bisa dengan tangan saat mencegah "Masya Allah jangan begitu dik.., jangan begitu mas.. sukakah kita nanti masuk neraka?", mengajak teman, saudara, suami/istri untuk shalat ketika sudah masuk waktu shalat  "mari-mari mas.. mari-mari dik.. , mari-mari pak.., mari-mari bu.. shalat dulu..  hasilnya jangan diharap-harap, yang membolak-balikan hati manusia adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala"

Namanya latihan pasti identik dengan ketidak sempurnaan, bukan hanya tentang ilmu mengenai akhlaq Rasul kita yang kurang, tetapi juga ilmu pengamalan kita mengenai akhlaq Rasulpun. Makanya silakan beli buku akhlaq Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam. dan mencari majelis-majelis ta’lim dan bayan.

Meski begitu, latihan jika dijalani dengan konsisten serta tulus dan lurus niat, insya Allah akan membawa hasil. Syukur-syukur hasilnya bisa dirasakan orang lain, karena sebelumnya harus dirasakan diri sendiri dulu.
Beda tulus dan (niat)ikhlas itu apa?
Tulus di sini maksudnya mengerjakan bukan dengan setengah, sepertiga, atau seperempat hati, namun dengan sepenuh hati, cirinya tidak malas-malasan. cara mendeteksinya ketika merasa badan lungkrah(pegel-pegel), males-malesan, bilang saja di hati, alhamdulillah.. ya Allah.. jiwa dan raga saya sedang tidak tulus ini.. kemudian berdoa dengan tulus Ya Allah Tuluskanlah amalku ini.., insya Allah nanti jadi tulus dengan izin dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sedangkan ikhlas di sini maksudnya apa-apa yang kita lakukan semata-mata tujuan akhirnya untuk Allah, karena janji-janji Allah, karena berita gembira dan ancaman Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nah ikhlas ini bisa terjadi kalau ada iman yang benar (Laa ilaha illallah) kemudian dijalankan dengan tuntunan Rasulullah (Muhammadurrasulullah).

Ada seorang ulama kaya yang rumahnya megah dan meriah dikunjungi oleh teman karibnya si fulan, ketika masuk waktu shalat si fulan minta wudhu di depan ulama, ulama melihat wudhunya si fulan, si fulan sengaja membasuh tangannya empat kali, ulama menegur hei fulan mengapa kau basuh empat kali tanganmu.. sungguh basuhanmu yang keempat adalah mubadzir, si fulan menjawab, oh saudaraku ulama, jika satu basuhan air wudhu ini engkau anggap mubadzir maka bagaimana dengan rumahmu yang megah dan meriah ini..? kemudian si fulan berlalu,  sang ulama menangis, dan tidak mau berbicara dengan orang lain dalam beberapa waktu lamanya. Ulama takut kepada Allah karena ada iman, orang alim yang tidak takut kepada Allah karena kurang atau tiada iman.

Orang alim banyak tetapi yang beriman dan bertaqwa tidak banyak.
Mari mencari ilmu dari orang-orang alim/ustad-ustad yang beriman dan bertaqwa.