Mencari Jaminan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan beriman dan beramal shaleh:
Menjadi saudara Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu berkata Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam bersabda : "Aku ingin sekali bertemu dengan saudara-saudaraku. Para sahabat berkata "Bukankah kami ini adalah saudara-sudara engkau?" Beliau menjawab, kalian adalah sahabatku. tetapi saudara-saudaraku adalah orang-orang yang beriman kepadaku sedangkan mereka belum melihat aku. (Diriwayatkan Oleh Imam Ahmad III/155)
Ingin menjadi saudara Rasulullah, bisa ditempuh dengan beriman kepada Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam.
Dari Abbas bin Abdul Munthalib radhiallahu’anhu berkata, "Aku mendengar Rasullullah Shalallahu’alaihi wasalam bersabda "Akan merasakan lezatnya iman siapa yang ridha Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya , dan Muhammad Shalallahu’alaihi wasalam sebagai utusan Allah." (Diriwayatkan oleh Imam Muslim , Bab Dalil yang menyatakan bahwa orang yang Ridha Allah sebagai Rabbnya.., hadist no. 151)
Dari Abu Umamah radhiallahu’anhu bahwasannya seseorang bertanya kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam, "Wahai Rasulullah, apakah iman itu?" Beliau menjawab, "Apabila amal baikmu membuatmu gembira, dan amal burukmu membuatmu susah (sedih), berarti engkau adalah seorang mukmin (orang beriman)." (Diriwayatkan oleh Hakim dan menurutnya Shahih, disepakati oleh ad Dzahabi I/13, 14)
QS. Al Ghasyiyah 88:21-22.
"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan."
"Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka"
QS. Al ‘Ala 87:9-10. "Oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat".
"orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran"
Orang-orang yang diberi keimanan pada hatinya akan mendapatkan pelajaran.
Tingkat keimanan seseorang kepada Allah, berbanding lurus dengan rasa takutnya / taatnya ia kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Supaya mudah mendapatkan pelajaran maka iman harus kuat terlebih dahulu.
Salah satu sebab menguatnya iman adalah dengan sering mengagung-agungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Yang bisa membuat seseorang beriman adalah hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Salah satu sebab diberikannya hidayah adalah doa supaya diberi hidayah.
Mari saling mendoakan dengan tulus.
Tidak bolehnya mencari-cari kesalahan dan mendengarkan bicara orang lain :
Dari abu hurairah radhiallahu’anhu : bahwasanya Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam bersabda :
"Jauhilah oleh kalian berprasangka, karena berprasangka adalah merupakan seburuk-buruk pembicaraan, serta janganlah kalian meraba-raba dan mencari-cari kesalahan orang lain. Janganlah kalian saling berdebat(kusir pen), saling hasud menghasud, saling benci membenci dan saling belakang membelakangi, tetapi jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara, sebagaimana yang diperintahkan kepada kalian. Orang Islam adalah saudara bagi orang Islam yang lain, tidak boleh saling menganiaya, membiarkan, mendustakan dan saling menghina. Taqwa itu di sini, dan (sambil) beliau mengisyaratkan (menunjuk) ke dadanya tiga kali. Cukuplah seseorang dikatakan orang jahat (buruk perangai) apabila dia menghina saudaranya yang Islam. setiap orang Islam dan orang islam yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya.
sesungguhnya Allah tidak memandang tubuh, rupa dan amal-amal perbuatanmu, tetapi Allah memandang kepada hatimu.
Dalam riwayat lain dikatakan : "Dan janganlah kalian saling hasud menghasud, saling benci-membenci, serta janganlah kalian saling meraba-raba kesalahan orang lain dan jelek-menjelekan, tetapi jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara." (Diriwayatkan oleh imam Muslim dan imam Bukhari, tetapi sebagian besar diriwayatkan oleh Imam Bukhari)
QS. Al Hujurrat 49:12. ‘Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.’
Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu’anhu, ia berkata : rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam bersabda ‘Orang Islam adalah kaum muslimin
yang terhindar dari gangguan lidah dan tangannya; sedangkan orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang Allah." (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwasanya Rasululah Shalallahu’alaihi wasalam bersabda: "pintu-pintu surga itu di buka setiap hari Senin dan Kamis, kemudian pada hari itu diampunilah dsa setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali orang yang berselisih dengan saudaranya, dimana dikatakan " Tunggulah dua orang ini sampai damai." (Diriwayatkan oleh Imam Muslim)
Perintah Menjauhi kebanyakan dari prasangka dan cacian terhadap orang lain.
Jangan saling mendustakan saudara sesama muslim.
Mengikhlaskan ibadah dan berdamai hati sesama muslim.
Keutamaan Sholat Isya dan Sholat Subuh:
Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam bersabda : "Seandainya manusia mengetahui keutamaan Shalat Isya dan subuh tentu mereka mendatangi keduanya (berjamaah) meskipun dengan merangkak" (Diriwayarkan Oleh imam Bukhari dan Muslim)
Dari jundub al Qasri Radhiallahu’anhu berkata , Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam bersabda "Barang siapa mengerjakan shalat subuh , maka ia berada dalam perlindungan Allah! Oleh karena itu berhati-hatilah, janganlah sampai Allah menuntut kalian atas sesuatu yang berada dalam jaminan perlindungan-Nya, karena siapa saja yang dituntut oleh Allah atas sesuatu yang di bawah jaminan-Nya , pastilah Allah akan menagkapnya, kemudian menyeretnya di atas wajahnya ke dalam neraka jahannam." (Diriwayatkan oleh Imam Muslim , Bab keutamaan shalat Isya …., Hadist no.1494)
Dari utsman bin Affan Radhiallahu’anhu , ia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu’alaihi wasalam bersabda : "Barang siapa shalat Isya’ dengan berjamaah, seolah-olah ia mengerjakan shalat setengah malam, Dan barang siapa yang shalat Subuh dengan berjama’ah, seolah-olah ia mengerjakan shalat semalam suntuk." (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Turmudzi)
Mari kita Shalat Isya dan Subuh Berjamaah.
Meminta maaf dan mengikhlaskan perkara kita terhadap seluruh umat Muslim dan orang Beriman,
Cara meminta maaf bisa dengan memohonkan ampunan dengan tulus kepada seluruh umat Muslim dan orang Beriman,
ilmu hanya bermanfaat untuk orang yang beriman.
mari latihan menjadi orang yang beriman dan menguatkan iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mohon supaya dimudahkan menghadapi ujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.