Alhamdulillah…
Beberapa hari yang lalu sempat mencari definisi niat dapat di http://almakassari.com/?p=48
kutipannya sebagai berikut , :
- Definisi Niat
Kalau kita membuka kitab-kitab kamus berbahasa arab, maka kita akan jumpai ulama bahasa akan memberikan definisi tertentu bagi niat.
Ibnu Manzhur -rahimahullah- berkata, “Meniatkan sesuatu artinya memaksudkannya dan meyakininya. Sedang niat adalah arah yang dituju”. [Lihat dalam Lisan Al-Arab (15/347)]
Imam Ibnu Manzhur-rahimahullah- juga berkata, “Jadi niat itu merupakan amalan hati yang bisa berguna bagi orang yang berniat, sekalipun ia tidak mengerjakan amalan itu. Sedang penunaian amalan tidak berguna baginya tanpa adanya niat. Inilah makna ucapannya:Niat seseorang lebih baik daripada amalannya”. [Lihat Lisan Al-Arab (15/349)]
Dari ucapan ulama bahasa ini, bisa kita simpulkan bahwa niat adalah maksud dan keinginan seseorang untuk melakukan suatu amalan dan pekerjaan. Jadi niat itu merupakan amalan hati. "
Dalam suatu hadist Rasulullah Shalallahu’alaihiwasalam menjelaskan bahwa setiap amal disertai niat, dan nilai amalnya sesuai kadar niatnya. Juga disebutkan juga dalam hadist bahwa setiap amal tergantung pada niatnya.
Kalau dihubungan antara niat kita dengan amalan kita tersurat bahwa tiap amal harus disertai niat karena amal diterima atau tidak adalah bergantung pada niat
Ya ternyata begitu, dalam melaksanakan amalan ibadah, kita seharusnya tetap selalu ingat niat kita, karena salah satu syarat amalan disebut ibadah jika niatnya benar karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.
ingat niat dalam amal = khusyu’
Kalau menurut Abu Sangkan (penulis buku ‘Pelatihan Sholat Khusyu’) salah satu gambaran khusyu’ adalah tetap menyatunya niat didalam amal dari awal sampai akhir. Mungkin di awal-awal ibadah niat kita lurus, namun belum tentu lurus pula ditengah-tengah atau di akhirnya. Seperti pada waktu kita sholat , di awal-awal sholat niat kita sudah lurus ke Allah Ta’ala, namun belum tentu ditengah sholat kita ingat ke Allah, malah mungkin yang diigat-ingat malah obrolan dengan teman2 sebelum sholat atau masalah-masalah lain selain Allah Ta’ala.
Juga gambaran gampangnya misalnya kita diberi gelas yang diisi penuh dengan air sampai permukaannya kemudian kita diberi tugas membawanya ke suatu tempat yang jaraknya 100 meter ke depan serta diharuskan menjaga supaya air dalam gelas itu tetap utuh alias enggak pada tumpah, tentunya perhatian kita sepenuhnya pada tugas tersebut, terlena sedikit saja pasti air sedikit-sedikit tumpah. Begitulah susahnya khusyu’.
Kalau yang dinamakan khusyu’ adalah selalu ingat niat amal yang sedang dilakukan, sedangkan niat yang lurus adalah niat kepada Allah, apakah benar bahwa khusyu’ itu adalah selalu ingat kepada Allah / dzikrullah?
Allah berfirman:
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ "(Al Baqarah 45 )
“Sesungguhnya telah beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ didalam sholatnya”. (QS: Al-Mu’minun: 1-2)
"Dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya, supaya kamu beruntung" (Qs. Al-Jumu’ah: 10)
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” ( QS. An-Nur 31)
Salah satu hadist Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam ”Ada seseorang yang mengerjakan amal calon penghuni surga, hingga antara dia dan surga itu hanya berjarak satu hasta saya. Namun, takdir menentukan lain, ia justru kemudian melakukan amal calon penghuni neraka dan akhirnya ia pun menjadi penghuni neraka.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Apa mungkin yang dinamakan khusyu’ itu sama dengan dzikrullah terus menerus plus taubat terus menerus?
Ya.. Allah… hamba sering terlupa, mohon ya Allah.. luruskankah niatku kepadaMU dan ampunilah dosaku.. diawal amalku dan di akhir amalku.. amin…