Archive for December, 2006

12
Dec

Poligami menurut salah seorang ibu

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Just little True Story:

Cerita tentang poligami ini sekedar cerita perbincangan face to face antara saya dengan seorang ibu, bukan dari sudut pandang fikih tapi sekedar dari sudut pandang beliau.

Berikut saya ceritakan kurang lebih sebagai berikut , saya usahakan semirip mungkin sesuai aslinya, kurang lebihnya saya mohon Ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Beberapa hari yang lalu saya sempat berdiskusi dengan seorang ibu perihal poligami, ibu ini telah mempunyai "beberapa" orang anak, dan suaminya juga masih sibuk bekerja. Beliau ini adalah salah satu dari para ibu pengamal bacaan-bacaan surat Yaasin, sehingga beliau hafal betul ayat-ayat surat Yaasin. Di usianya yang telah menginjak masa-masa menopouse , ibu dengan satu suami ini bercurhat/bercerita bahwa ia sangat memaklumi perihal poligami, dan dari kata-katanya beliau kelihatannya sangat rela apabila suatu saat dipoligami suaminya.

Menurut pendapat beliau justru poligami itu diperuntukan untuk kebaikan bersama, sebagai sarana istri membahagiakan suami, dan suami membahagiakan istri dengan meringankan tugasnya dalam membahagiakan / melayani suami serta memberikan kesempatan kepada istri untuk mendapatkan jaminan syurga yang di janjikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kemudian saya bertanya kepada ibu ini, Bu bagaimana pendapat ibu dengan pernyataan "Mana ada sih wanita yang mau dimadu?’"  kemudian beliau menjawab , "Itu hanya perkataan wanita yang masih merasa kuat, masih menganggap dirinya kuat, apa mereka itu tidak mengetahui bahwa dirinya itu "dhoif", mereka belum mengetahui bahwa dirinya itu "dhoif/Lemah", ketika mereka sudah tua mereka baru akan merasakan susahnya membahagiakan suami, sakitnya melayani suami, bahkan bisa jadi istri menjadi tersiksa dalam melayani suami. Menurut beliau perasaan sayangnya terhadap suami saat ini adalah rasa sayang murni tanpa hawa nafsu sexsual (kebutuhan biologis).

Sampai di sini dalam hati sedikit bilang .. "wah kalau yang ini saya nggak bisa merasakan/membayangkan, yang bisa merasakan ya ibu sendiri dan para wanita mungkin"
Jadinya dari tadi cuma manggut-manggut aja..dan terus terang.. saat inipun saya belum bisa merasakan/membayangkan rasanya jadi bapak2 yang udah berumur 40 tahunan yang katanya pada masa2 itu laki2 mengalami apa yang dinamakan "puber kedua" .

selanjutnya ..
Ibu tersebut juga benar2 telah menceritakan kepada saya bahwasanya menurut beliau.. lelaki itu kebutuhan biologisnya sampai tua pun nggak ada habisnya..

waduh kalau yang ini mungkin seperti yang pernah saya dengar dan baca juga , dalam tanda kutip bahwa kelebihan wanita itu 3 "yaitu dilahirkan, tua, dan meninggal", sedang lelaki hanya dua "dilahirkan dan meninggal" tidak ada tuanya.. :) (maksudnya tua adalah kebutuhan biologisnya) karena memang seperti itu fitrahnya , entah hal seperti itu tepat disebut kelebihan/kekurangan. Kemudian hal tersebut pun sempat saya sampaikan ke ibu tadi plus saya tanyakan bagaimana pendapat beliau mengenai hal tersebut. dan..  ibu itupun meng-iyakan begitu saja tanpa tambahan kata-kata.

sementara saya cuma bisa cuma manggut2 , sebab sejujurnya saya belum terlalu bisa meraba perasaan seorang istri/ibu yang sebenarnya, karena mungkin apa yang dirasakan beliau hanya bisa tepat dirasakan dan dipahami oleh wanita pula, itupun yang sama keadaan dengan beliau, atau mungkin hanya oleh diri beliau sendiri..

Dari sedikit perbincangan tersebut saya mendapat jawaban atas pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh sebagian wanita/ibu2.. mohon maaf..

Siapa sih wanita yang ingin dimadu?? 

Jawabannya :

Ada.. saya barusan bertemu beliau beberapa hari yang lalu.. 

Kesimpulan sementara saya anjurkan sebagai wanita janganlah sering berpikiran negatif terhadap hukum-hukum Allah mengenai dibolehkannya poligami.  karena saya yakin saudari2ku yang perempuan belum pernah merasakan rasanya jadi seorang pria. apa lagi jadi bapak-bapak :)
dan… sebagai laki-laki janganlah pernah meremehkan perasaan wanita / ibu2 yang sakit hati karena dimadu oleh suaminya,  karena sebagai seorang lelaki kita tidak tahu persis perasaan wanita, perasaan sakit wanita..  dan ternyata tidak dimadu-dimadu , wanita bisa juga sakit.. :(

Apa yang baik menurut pandangan kita, belum tentu baik menurut pandangan Allah, apa yang dalam pandangan kita buruk belum tentu buruk dalam pandangan Allah, Allah Arrahman Allah Arrahiim..

jangan suka menghujat sana sini ya..  enggak baik…
sebaliknya kalau dihujat mari "dinikmati" saja hujatan ini dan perbaiki diri saja semampunya. amin..

Wassalamu’alaykum Wr.Wb.