Archive for October, 2006

30
Oct

Amplop Kosong Bu Wulan

Suatu hari ibu Wulan sudah bersiap-siap pergi ke tempat less privat anaknya, hari itu sudah tiba waktunya untuk seperti biasa ibu wulan membayar uang bulanan less anaknya. Sampai di tempat less ibu wulan ingin menyerahkan uang yang telah dipersiapkan kepada sang tentor. Setelah menyerahkan amplop uang kepada sang tentor ibu wulan kemudian bergegas menyambut anaknya yang baru saja selesai less.

Selang beberapa waktu, sang tentor dengan sopan bertanya pada ibu wulan, "Bu bu, bener ini uangnya bu?" , "Iya bener.., kenapa pak ada apa?" jawab bu Wulan. Sang tentor berkata "Wah maaf bu tapi ini isi amplopnya kosong bu", sambil terperanjat bu wulan berkata "Ha.. masak sih..", setelah mengecek amplop tersebut dan diingat-ingat ankirnya bu wulan berkata "Masya Allah.., ini ketukar sama amplop saya yang satunya mas.. , tadi di meja saya memang ada 2 amplop, yang satu memang kosong dan yang satu isi uang buat bayar less ini, waduh maaf banget ya mas, maaf banget.., saya ambil ke rumah dulu ya.."  sambil tersenyum sang tentor berkata "wah nggak apa-apa bu.. silakan diambil saja". 

Akhirnya sambil malu2 dan beribu perasaan2 nggak enak lainnya, bu wulan pulang dengan anaknya yang barusan selesai less untuk sekalian mengambil amplop berisi uang yang tertinggal di rumah.  Di sepanjang jalan bu wulan merenungi kejadian yang baru saja terjadi pada dirinya, ia tadinya  datang dengan sangat optimis (sangat pede) kepingin membayar uang less yang ia taruh di dalam sebuah amplop, namun ternyata ia tidak menyadari sama sekali bahwa amplop yang ia bawa adalah amplop kosong. Ia membayangkan bagaimana nanti seandainya ia berjumpa dengan Allah di akhirat, bagaimana apabila ketika ia berjumpa dengan Allah sedang ia merasa telah banyak beramal sholeh, banyak beribadah di dunia, namun ternyata dalam pandangan Allah semua itu tidak ada apa-apanya, tidak berarti apa2,  karena semuanya itu dilakukan bukan karena Allah, bukan untuk Allah, padahal tak ada lagi kesempatan untuk kembali ke dunia..   Na’u dzubillah min dzaalik ya Robb..

Maka dari itulah hendaknya kita semua selalu berusaha, mengevaluasi, muhasabah, memperbaiki niat2 hati kita di setiap amal-amal yang kita lakukan, karena amal yang diniatkan bukan karena Allah itu semua tak ada artinya di mata Allah.

Mungkin salah satu cara kita latihan untuk bisa ikhlas adalah ketika mau melakukan apa saja, tanya dulu pada hati kita "mau apa nih kita melakukan ini, kita melakukan ini supaya apa nih.?, tujuan akhirnya hanya untuk Allah apa bukan nih.? jangan2 cuma pingin ini? jangan2 cuma pingin itu?"
Hendaknya kita lakukan terus menerus dalam diri kita sendiri,(sering2 saja berprasangka buruk pada diri sendiri) tujuannya hanya untuk memurnikan niat2 diri kita, tapi mari hindari berprasangka buruk terhadap orang lain, dan kepada Allah. Ketika terlanjur berbuat khilaf.. langsung saja minta ampun.. tidak usah gengsi terhadap Allah, karena Allah yang mengetahui dengan pasti siapa diri2 kita yang sebenarnya, melebihi diri kita sendiri.
Dan sering2 saja dilakukan.. insya Allah program latiahan kita ini bisa kita lakukan." Amin..

Udah yakin amplop2 kita ada isinya?? cek.. cek..  kita cek yuk
udah dicek aja belum tentu dapet.., marilah bersama setiap hari kita latiahan cek amalan2 kita.

Insya Allah kerja kita Tambah Produktif.. Amin ya Robbal ‘Alamin..

PR kita selanjutnya.. "bagaimana menghajar rasa malas kita.."