Archive for August, 2006

30
Aug

Mencoba Fokus Pada Cita-cita

Mencoba Fokus Pada Cita-cita

Sering kita mendengar nasehat dari orang-orang bahwa dalam menjalani hidup ini kita harus mempunyai prioritas tertentu untuk difokuskan, karena tanpa fokus kita akan mudah terombang-ambing pada segala sesuatu yang tidak jelas atau segala sesuatu yang setengah-setengah. Beberapa kali juga terdengar nasehat bahwa jika ingin fokus, maka kerjakanlah tugasmu dengan tekun, dan jangan mudah goyah mengerjakan hal-hal lain d luar pekerjaanmu.

Kalau difikirkan kembali, gimana sih sebenarnya nasehat tersebut..?
maksudnya bukan gimana-gimana, cuma pertanyaan yang kemudian muncul adalah "Apa sebenarnya yang layak untuk difokuskan? apakah fokus hanya bisa dilakukan kepada satu hal saja? apa sih sebenarnya tujuan fokus terhadap sesuatu.., apa benar hanya supaya tidak terombang-ambing..?

Beberapa hari yang lalu saya mendapat nasehat dari kakak ipar saya (Mas Aziz) yang beliau ini ceritanya udah pernah mendapat beberapa ilmu mengenai ESQ, Diantara nasehat-nasehat beliau yang cukup banyak hari itu, salah satunya beliau menasehati mengenai masalah krusial yaitu mengenai "Cita-cita". mengapa dibilang krusial? jawabannya singkat, karena cita-cita merupakan penentu tujuan/arah mana yang akan kita tuju pada setiap proses kegiatan/aktivitas yang kita lakukan.
Nasehatnya kurang lebih begini : "… dan ini mungkin salah satu hal yang belum bisa sepenuhnya (tak terapke) kuterapkan dalam kehidupan ini, jadi begini dik, dalam kehidupan ini kita harus fokus terhadap cita-cita, mengapa begitu? karena kebanyakan kegagalan yang dialami seseorang dalam mencapai tujuan/cita-cita-nya adalah ketika suatu saat muncul rintangan/hambatan-hambatan ditengah jalan, maka kebanyakan dari kita malah memilih fokus terhadap rintangan/hambatan-hambatan itu dan tidak lagi fokus terhadap cita-cita. Wis pokoknya lebih gampangnya begini deh " Coba misalkan di telapak tanganku ini ada tulisan, kemudian  telapak tanganku ini kuletakan kira-kira 30 cm didepan wajahku sehingga dari depan kamu bisa melihat/membaca tulisannya, lalu coba kamu melihat dengan fokus tulisan yang ada di tanganku ini, bagaimana.. terlihat jelas tulisannya kan? selama mata kamu bisa fokus pada tulisan ini maka kamu bisa melihatnya dengan jelas. Masalahnya ketika kamu fokus pada tulisan  yang ada ditanganku ini, kira2 kamu bisa melihat wajahku apa tidak? ya deh mungkin kamu bisa melihat tapi samar-samar kan? atau malah mungkin nggak kelihatan sama sekali? nah.. begitulah pentingnya fokus, begitu pula ketika kamu fokus kepada wajahku, maka tulisan yang ada ditanganku ini bakalan kabur, atau bahkan tidak terlihat lagi. Jadi anggap saja wajahku ini adalah cita-citamu, kemudian tulisan yang ada ditanganku ini adalah rintangan  yang muncul ditengah jalan , kalau kamu benar-benar mempunyai cita-cita yang luhur, maka sebisa mungkin tetap prioritaskan fokusmu pada cita-citamu, karena apa dik? karena ketika kamu fokus pada cita-citamu maka rintangan-rintangan / hambatan-hambatan yang ada itu akan jadi tidak begitu terlihat atau bahkan menghilang. Meskipun hakikatnya rintangan itu ada, namun rintangan itu tak akan mampu membuatmu surut dari tujuan yang ingin kamu capai."

Habis mendapat nasehat tersebut, jadi teringat juga nih sama nasehatnya Aa Gym "bahwa kelemahan kita itu adalah ketika ditanya mengenai cita-cita, kita sering susah menjawab pertanyaan sederhana mengenai cita-cita kita sebenarnya.Bahkan ketika pertanyaan itu pernah ditanyakan pada para mahasiswa salah satu perguruan tinggi terkenal/favorit di indonesia pun, masih banyak yang kesulitan menjawab apa yang sebenarnya dicita-citakannya". Salah satu juga yang sempat menginspirasi saya dari ceramah beliau adalah ketika beliau berkata ‘Pokoknya kalau ditangan saya sekarang ada uang 2 miliar, udah deh yang 1 miliar saya bagikan untuk santri ikhwan dan yang 1 miliar lainnya saya bagikan ke santri akhwat…  :)     sesudah itu gampang.. saya ngelamun lagi aja.. dapet uang 5 miliar.. :D uangnya juga nggak ada’,  terkadang kita itu baru bercita-cita aja udah pelit, bercita-cita terlalu tinggi takut"
kalau difikir memang benar.. padahal kan bercita-cita tinggi tidak ada yang melarang, ngak berdosa lagi, bahkan malah dianjurkan dalam agama. (kalau sempat silakan dipelajari tentang ilmu "Himmah").

So…  bagaimana sekarang? udah mulai kepingin mau memperbaiki cita-citanya masing-masing kan.
Yang sangat perlu juga untuk selalu diingat dan diperbaiki terus menerus adalah niat kita..  karena setiap gerak langkah menuju cita-cita yang diniatkan selain untuk Allah, maka itu semua tidak akan ada artnya bagi Allah, padahal apa yang kita cari…? Mardhotillah.

Udah deh ya, Semoga bermanfaat. tetap berdoa dan berusaha yuk…