Archive for February, 2006

28
Feb

3 Teman kita

Kata Kumail, "Pada suatu hari saya bersama-sama Ali telah berjalan ke arah padang pasir . Kami  telah mendekati tanah kuburan yang terdapat di situ kemudian Ali berkata, "Ya ahli-ahli kubur ! Wahai kamu yang telah menghuni di tempat sunyi ini! Bagaimanakah keadaan kamu di dunia sana? Setahu kami segala harta peninggalan kamu telah habis dibahagi-bahagikan, anak-anak kamu telah menjadi yatim dan janda-janda yang kamu tinggalkan-pun telah menikah lagi. Sekarang ceritakan sedikit perihal diri kamu."

Kemudian sambil menoleh kepada saya, dia berkata, "Ya Kumail! Seandainya mereka bisa berbicara sudah tentu mereka akan mengatakan sebaik-baik bekal ialah taqwa." Airmata berhamburan dari kedua-dua belah matanya. Kemudian berkata lagi, "Ya Kumail, pekuburan merupakan tempat menyimpan segala perbuatan manusia. Tetapi kita akan menyadari hakikat ini hanya setelah memasukinya."
Berdasar sebuah hadist tiap-tiap manusia akan menemui perbuatan-perbuatannya yang baik. Perbuatan-perbuatan baiknya itu akan berupa seorang manusia yang akan menjadi sahabat dan penawar hatinya. Sebaliknya kejahatan-kejahatannya akan berupa seekor binatang yang hodoh yang mengeluarkan bau yang busuk dan yang menambah kesengsaraannya. Nabi Sholallahu’alaihi wassalam  telah bersabda dalam sebuah hadist, "Hanya tiga benda saja yang mengikuti seseorang ke kuburnya; Yaitu harta-bendanya, kaum kerabatnya dan amal perbuatannya. Harta benda dan karib kerabatnya akan kembali setelah upacara pengkebumiannya. Yang tinggal bersama-samanya hanyalah amalannya saja."

Pada suatu hari Nabi Sholallahu’alaihi wassalam  telah bertanya kepada para sahabatnya, "Tahukah kamu tentang hakikat hubunganmu dengan saudara-saudara, kekayaan dan amal perbuatanmu ?"
Sahabat-sahabat semua ingin mendengar penjelasan baginda. Nabi pun berkata, "Hubungan itu bisa diumpamakan dengan hubungan seorang manusia dengan tiga teman setianya. Ketika manusia hampir-hampir akan mati dia pun memanggil salah seorang dari temannya tadi lalu berkata, "Saudara, engkau tahu keadaan aku bukan ? Apakah pertolongan yang dapat engkau berikan padaku?" Temannya itu menjawab, "Aku akan memanggil dokter untuk merawat kamu dan aku akan menjaga kamu. Kalau engkau mati, aku akan mandikanmu, mengkafanimu serta mengusung jenazahmu ke pekuburan. Kemudian aku akan mendoakan kamu. Temannya yang pertama ini ialah kaum kerabatnya. Kemudian pertanyaan yang sama dikemukakan kepada temannya yang kedua. Jawabannya begini, "Aku akan berada bersama-sama denganmu selama engkau masih bernyawa. Dan setelah engkau meninggal, aku akan pergi kepada orang lain." Temannya yang kedua ini ialah harta kekayaannya. Ketika pertanyaan itu dihadapkan kepada temannya yang ketiga, dia menjawab, "Aku tidak akan meninggalkan kamu walaupun di dalam kubur. Aku akan bersama-sama kamu ke tempat itu. Ketika amal perbuatanmu dipertimbangkan, aku akan memberatkan perbuatanmu yang baik." Saudara yang terakhir ini ialah ketaatan kepada Allah yang telah diperbuat. Sekarang yang mana satu yang menjadi pilihanmu?" Jawab para sahabat, "Ya Rasulullah tidak diragukan lagi temannya yang terakhir ialah yang paling berguna untuk dirinya."

dari 1001 kisah teladan.

dariku:

Sayangnya manusia mampu benar-benar menyadari hakikat ini hanya setelah mengalami kematian itu sendiri.
Namun Bukankan kita tahu bahwa Allah tidak pernah dholim kepada hamba-hambanya, Allah akan senantiasa memberi petunjuk di dalam hati siapa saja yang mau diberi petunjuk. Dan hanyalah Allah Subhanahu wa ta’ala Dzat Yang Maha Pemberi Petunjuk..
Astaghfirullah.. :-(
Subhanallah… inni kuntum minna dholimin..

14
Feb

Gurau dan Canda Rasulullah

Sebagai makhluk sosial yang setiap hari bergaul dengan orang lain, sudah sewajarnya jika terkadang ada gurauan dan candaan yang kita lakukan. Namun gurau/canda seperti apakah yang diajarkan rasul?

Keterangan : SAW = Sholallah ‘alaihi wa salam.

Rasulullah SAW bergaul dengan semua orang. Baginda menerima hamba, orang buta, dan anak-anak. Baginda bergurau dengan anak kecil, bermain-main dengan mereka, bersenda gurau dengan orang tua. Akan tetapi Baginda tidak berkata kecuali yang benar saja.
Suatu hari seorang perempuan datang kepada beliau lalu berkata,
"Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta", katanya.
"Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta", kata Rasulullah SAW.
"Ia tidak mampu", kata perempuan itu.
"Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta".
"Ia tidak mampu".
Para sahabat yang berada di situ berkata,
"bukankah unta itu juga anak unta?"
:)

Datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu".
"Semoga suamimu yang dalam matanya warnanya putih", kata Rasulullah SAW.
Perempuan itu kembali ke rumahnya. Dan dia pun membuka mata suaminya. Suaminya bertanya dengan keheranan, "kenapa kamu ini?".
"Rasulullah memberitahu bahwa dalam matamu putih", kata istrinya menerangkan. "Bukankah semua mata ada warna putih?" kata suaminya.
:)

Seorang perempuan lanjut usia  berkata kepada Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam syurga". "Wahai ummi fulan, syurga tidak dimasuki oleh orang tua".
Perempuan itu lalu menangis.
Rasulullah menjelaskan, "tidakkah kamu membaca firman Allah ini,

Serta kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan istimewa, serta kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya".

Para sahabat Rasulullah SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka bagai gunung yang teguh. Na’im adalah seorang sahabat yang paling suka bergurau dan tertawa. Mendengar kata-kata dan melihat gelagatnya, Rasulullah turut tersenyum.