Archive for September, 2005

29
Sep

Mendidik Anak

Pak dokter said :

Nilai manusia
a. hati dan amal
b. taqwa
c. manfaat hidupnya dan pasangan

sesuatu yang mempengaruhi perkembangan manusia :
a. faktor internal (genetik dan biologis)
b. faktor ekternal (lingkungan, gaya hidup, teknologi, sosial budaya)

perubahan yang akan dialami setiap manusia :
-  semuanya
-  mau/tak, suka/terpaksa, cepat/lambat
perubahan dari
a. mass media
b. informasi yang sambil lalu
c. pendidikan

informasi => masuk => mengubah => prilaku rumusnya…
a. mengesan (menarik)
b. sering
c. mendalam(terkenang terus)
d. sesuai kebutuhan (pas butuh)

anak resiko tinggi bermasalah
-  nmudah kecewa, agresif, destruktif jika kecewa
-  tidak sabar
-  suka mencari sensasi, cenderung mengambil resiko yang tidak tepat sebagai cara membuktikan dirinya
-  rendah diri
-  . . .

bekal diri bagi anak
- sehat
- cerdas

cara untuk menjadikan anak sehat :
bekal fisik => resep agar sehat tanpa obat
k-u-a-t (pengertian tiap huruf) :
- Kebiasan buruk tinggalkan-kebersihan diri dan lingkungan
- Usahakan makanan yang halal dan toyyiban-usahakan menolong orang lain
- Agama secara utuh 24 jam-atasi stress-agar terus berguna/hobi
- Teratur olah raga-taati pesan dokter-tidur cukup

anak-anak memiliki :
- sifat, ingin tahu, suka gerak, dipuji,meniru, diperhatikan, disayang, bermain, diberi hadiah, berkhayal, menang, ingatan besar
- kebutuhan, bermain, rasa aman, tidur, kasih sayang, berpakaian, belain cium, tempat tinggal, pencegahan penyakit…
- problema,….

Pendidikan anak :
- jalur informal (keluarga)
- jalur formal
-   
8 tahun anak mencapai 80 % kecerdasan (sebagai golden ege)
Pendidikan anak dengan multimedia, pake 7 kecerdasan
-    kecerdasan interpersonal-intuitif (jangan lupa religius dan emosi)
-    …

Kesalahan orang tua :
- memaksa kewajiban
- enggan menerapkan disiplin
- tidak adil
- berlebihan dalam berjanji
- tak peduli sifat
- over protektif
- tidak menerima anak apa adanya
- ilmu komunikasi dan berumah tangga tidak tau
- tidak menggunakan metode anti kalah (win-win solution)

Mengenai lembaga :
Lembaga pendidikan sebaiknya (PAUD-TPA(sek-bayi),play grup, tk, sd dst) menurut p-r-i-m-a :
- profesional
- ramah
- islami
- menyenangkan
- akurat (yang didasarkan berdasarkan riset)

Lembaga Pendidikan, sebaiknya :
- pimpinan dinamis dan berwibawa
- tujuan pendidikan jelas dan pas (pake analisis swot)
- guru yang baik (spesialisasi pada guru untuk hal tertentu)
- dana yang cukup
- administrasi bagus
- sarana prasarana
- dukungan dari lingkungan dan keluarga

25
Sep

sebuah catatan menjelang usia 25

Barusan baca-baca di mailling list akhwat teknik elektro. terdapat artikel yang menyentuh hati..

berikut artikelnya:

=========================================
Kapan Engkau Datang?
Publikasi: 14 Mei 2004  16:03 WIB

Assalammu’alaikum Wr. Wb….

Apakabar calon suamiku? Bagaimana keadaanmu sekarang ini? Aku
berharap di manapun kau berada, kebahagiaan serta rahmatNya selalu
menyertaimu.
Calon suamiku, …
Di mana Engkau sekarang? Aku selalu setia menantimu, pun saat usiaku
jelang duapuluh lima tahun. Setiap usai shalat aku berharap pada Yang Kuasa untuk mengakhiri penantianku ini. Setiap malam, aku selalu menanti pagi, akankah engkau segera datang menjumpai.

Mengajakku meniti jalan ilahi untuk mengayuh hidup menguatkan tekad
untuk terus menjalankan titahNya juga Sunnah RasulNya.
Wahai calon suamiku, …
Apa yang beratkan langkahmu untuk menjumpaiku? Apa yang sedang kau
lakukan sekarang ini? Mencari rupiah demi rupiah sebagai ongkos agar
kita dapat mengayuh bahtera itu bersama? Berapa besar ongkos itu?
Berapa jumlah rupiah yang akan engkau cari? Bahtera seperti apa yang
ingin kau tumpangi? Ekonomi, standar, atau eksekutif?
Tak soal buatku, bahtera apa yang akan kita kayuh, toh yang penting
untukku kita akan menjalani semua itu dengan keikhlasan yang amat
sangat. Tak perlu risaukan berapa rupiah yang kau miliki saat ini.
Berapapun jumlahnya, aku selalu akan menerimamu. Asal rupiah yang
kau dapatkan bukan dari jalan tak kau ketahui dari mana asalnya.
Wahai calon suamiku, …
Apa yang sedang kau lakukan hingga kau menunda untuk bertemu dengan
ku? Apakah ada amanah lain yang harus kau tunaikan? Seberat apa
amanah itu? Aku ingin mendampingimu. Menemanimu menunaikan amanah
itu bersama-sama.
Calon suamiku yang selalu ku nanti,…
Di mana kau sekarang? Apa yang kau lakukan saat ini? Aku selalu
memudahkan langkahmu untuk mencapai cita-cita dan asa yang kau
inginkan. Allah punya rencana untuk menunda mempertemukan kita
sekarang ini karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk menghusung
amanah yang jauh lebih berat. Ia ingin kita lebih matang merenda
hari esok seperti yang kita harapkan nantinya.
Calon suamiku,…
Siapapun yang Allah berikan untuk mendampingi hidupku, Aku akan
selalu menantimu. Aku percaya Allah Yang Terkasih punya rencana yang
terbaik untuk menyusun rencana hidupku juga hidupmu.
Calon suamiku,…
Kapan engkau datang? Aku akan tetap setia menantimu.
Dari ku yang merindukanmu
sebuah catatan menjelang usia 25
====================================

sabar nduk… ;)

 

24
Sep

Interospeksi Diri

Renungan:
Untuk menjadi dewasa tidak harus dengan menumpuk dosa..
Ilmu wajib dicari dan diimplementasikan pada tempatnya..
Otak kanan adalah bagian yang menentukan kekhusyukan
kita saat sembahyang sholat.
Otak kanan memunculkan pikiran dengan berbagai alternatif
Otak kiri memunculkan pikiran sesuai dengan kebiasaan.

Salah satu kesalahan manusia adalah ingin mendapatkan hasil yang berbeda dengan cara yang sama
Ingin maju tetapi yang dikerjakan hanya itu-itu saja.
Itu karena kita manusia masih lebih sering menggunakan otak kiri kita.
Padahal dengan otak kanan, alternatif cara bisa sangat beragam.

Benarlah Firman Allah :
"Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri"

jadi mari kita lakukan sesuatu yang lebih maju, untuk maju..!! dengan tetap mengacu pada kaidah AlQur’an dan Assunah.
Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang jahiliyah.. sedang di dalam fikiran, kita merasa telah melakukan hal untuk maju..  Mulai sekarang mari sama-sama kita interospeksi diri kita masing2.
Duh gusti kulo nyuwun sabar….

14
Sep

Menikah

sayang catatan saya nggak lengkap..  :(

Dari Pak Waziz Wildan :

Menikah  (fitroh manusia)
- Harus punya ilmu sebelum menikah
- hadis dari Al baihaki :
   "Sesungguhnya telah …"
- hadist Tabrani & Albaihaki :
   "Rasulullah SAW. bersabda : Barang siapa yang dimudahkan untuk menikah dan dia tidak
   melaksanakannya maka bukan dari Golonganku."
-Fungsi nikah :
  1. Dari segi sosial nikah itu memelihara kelangsungan Jenis manusia. [4:1]
  2. Menjaga Masyarakat dari penyakit.[tidak kecatet sumbernya:(  ]
  3. Memberi ketentraman Jiwa.[30:21]
  5. Membangun Rasa Tanggung Jawab Suami Istri dan membina anak. [juga :( ]
  6. Menumbuhkan Rasa kebapakan dan Keibuan. [:( ]

Follo Up-nya…   silakan baca link berikut => http://jokam.com/print.php?news.48

14
Sep

Hey… kawan

By: M.Ari Bono dkk.:)

 
Mencari…mencari semua dibumi

Berlari mengejar satu yang pasti

Meraba-meraba semua yang ada

Berusaha menjadi yang berguna,

hey..kawan.

hey .. teman.

 

Sebuah awal…sebuah awal t’lah tercipta

Dari satu rangkaian kisah panjang

Sebuah awal bukanlah segalanya

Sebuah awal s’bagai satu pijakan

 

Reff:

Slama kita tahu dan percaya

Tuhan kan slalu disamping kita

Pastikanlah semua yang ada

Jalani hidup untuk semua

hey.. kawan…

hey.. teman…

Bumijo, 12 Maret 2005

05.30 WIB
Dedicated to : Khansa

12
Sep

Jalan terus..

Waduh… Asyik… "awaku pegel sopo sing arep ndadah yo…:)"
Kemarin hari minggu kakak perempuanku "Mbak Bulan Indah Nurul Hidayati" melangsungkan akad nikah.
Dari jumat sore mudik kampung (Nggunung Kidul)

Sekarang aku dikejar penyempurnaan tugas akhirku…
modal utamaku (waktu) dah cukup banyak hilang… tinggal sisa2 darah penghabisan. Mana belum daftar test toefl lagi buat syarat  pendadaran.  Tenang.. tenang..  "sing sabar yo le.."
maju perut pantat mundur…  eh salah maaf… "maju terus pantang mundur…" kalau bener..

08
Sep

Lirik Di sini Menuggu

Disini menunggu            by: UKS

Seumur hidup aku.. ini yang pertama.
Pintu hatiku diketuk seorang wanita.
Dialah ciri yang selama ini kucari.
Ayu wajahnya setia dan sederhana.

Walaupun aku di sini, dan dia di sana.
Jarang sekali berjumpa
semenjak kita berpisah.
Namun rinduku semakin menggebu.
Bunga cintaku semakin merekah.

Sungguh ku merasa resah
melepas dirimu sendiri di sana.
Namunku s’lalu berdo’a.
Semoga bersama.

Di sana hanyalah menanti. (hanyalah menanti)
Sampai kapanpun tiada pasti.
Bertanya kabar melalui tinta
Jarang sekali bertemu muka
Namun kutahu engkau setia

Di sana kau tetap menuggu. (kutetap menunggu)
Kehadiranku di sisimu.
Kasih Kau setia terhadap aku.
Sanggup menanti kata putusku.
Sayang ketabahanmu menawanku.

Aku terima suratnya, ringkas tulisannya.
Dia sejak undur diri, dan memaafkanku.
Katanya anggap ini suatu mimpi.
Yang datang sekedar untuk menguji.

06
Sep

Subdomain iseng

Masak.. dalam 5 menit udah dapet 4 sub-domain keren…
mail.blogsome.com
dns.blogsome.com
ugm.blogsome.com
jogja.blogsome.com
dll.

Astaghfirullah… semoga tidak ada yang dirugikan. amin…

05
Sep

Sudah Menikah Tapi Masih Ada Perasaan

ERAMUSLIM DOT COM

Assalamu’alaikum wr. wb.

Bapak Ustadz Ihsan Tanjung yth.,Saya ingin membagi masalah Saya dengan Bpk Ustadz,karena Saya khawatir jika berlarut-larut masalah iniakan semakin berbahaya. Begini, Bapak Ustadz, ceritanya berawal dari sejak Saya SMA sekitar 8 - 10 tahun yang lalu.

Ketika Sayaaktif di ROHIS sebuah SMA di Jakarta, Saya pernahmemiliki kecenderungan dengan seorang akhwat. KarenaSaya tidak ingin terjerumus pada zina hati bahkan sampai pacaran, Saya memutuskan untuk pindah kota,yaitu ke Bandung, dengan harapan perasaan ini dapat hilang dengan sendirinya. Saya tidak ingin disebut oleh ikhwah lain sebagai memanfaatkan posisi KetuaROHIS dan status mahasiswa ITB untuk mendapatkanakhwat tersebut, sehingga akhirnya memang Saya mencoba sedikit mungkin untuk datang ke SMA Saya.

Memang dilema juga, karena akibatnya kaderisasi agak terganggu juga. Kemudian, setelah 3 tahun (sekitar tahun 1998) Saya kuliah di ITB, Saya memutuskan sedikit ‘nekad’ untuk menikahi akhwat tersebut, karena kecenderungan Sayatidak bisa juga hilang sekalipun Saya tidak pernah bertemu selama 3 tahun.

Untuk mendukung maksud tersebut, Saya menghubungi teman baik Saya di SMA yang juga ikhwah, yang satu kampus dengan akhwat tadi (diFKUI), dengan harapan kalaupun jodoh, maka nikahnya syar’i. Saya meminta untuk di syuro’ kan dengan akhwatdi sana, sehingga keputusannya akan benar-benar sesuai yang terbaik. Ternyata setelah di syurokan, jawaban dari ikhwah tadisangat mengagetkan, karena Saya diminta secepatnyamenikahi akhwat tersebut, karena menurut pengamatan akhwat-akhwat di sana, akhwat yang Saya maksud dalamkondisi kritis, karena sedang diuber, dikejar oleh kakak kelasnya di sana, dan juga kabarnya sudah lepasdari lingkaran akhwat di sana.

Mendengar hal tersebut Saya marah, sedih, kesal … kemudian Saya juga minta pertimbangan dengan ikhwah di Bandung tentang masalah Saya ini. Ikhwah di Bandung ini menganjurkan Saya untuk tidak menikah dulu, karena lebih baik beraktivitas di kampus, karena ketika itu tenaga da’wah di ITB masih sangat langka. Saran-saran dari ikhwah di FKUI dan di ITB ini Saya pikirkan matang-matang, Saya mencoba istikharah sebaik mungkin … sebenarnya setelah istikharah Saya memiliki kecenderungan kepada pendapat ikhwah yang di FKUI ini.Tetapi demi da’wah, Saya rela mengikuti pendapat ikhwah yang di ITB, karena Saya yakin Allah akan memberikan yang terbaik. Setelah itu, Saya menyampaikan rasa terima kasih sedalam-dalamnya kepada ikhwah dan juga akhwat yang diFKUI karena telah menyediakan waktu untuk membantuSaya, tetapi Saya katakan, semoga akhwat yang Saya maksud semoga diberikan oleh Allah yang terbaik, karena Saya memutuskan untuk tidak meneruskan prosesini.

Pak Ustadz,sebenarnya Saya memutuskan ini dengan berat, tetapi ketika itu Saya tsiqah dengan pendapat ikhwah yang di ITB. Waktu terus berjalan, sampai pada tahun 2002. Terus terang, Pak Ustadz, Saya sudah lebih 7 tahun tidak pernah bertemu dengan akhwat tersebut, tidak kontak,tetapi kecenderungan itu masih kuat. Saya sudah sebisa mungkin untuk tidak berzina hati … tetapi perasaan itu masih ada saja. Seringkali Saya mabit di rumah ikhwah lain, atau di asrama Salman, atau ibadah sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya untuk menghilangkan perasaan ini.

Tetapi ketika Saya sendiri, kecenderungan itu sering muncul lagi. Sampai Saya pada keputusan untuk menikah dengan akhwat lain di Bandung, semoga keputusan ini dapat mengobati Saya. Pada tanggal 18 Mei kemarin Saya Alhamdulillah telah menikah dengan syar’i (dapat dipisah pengantin dan tamunya, dan juga waktu ta’aruf yang relatifsingkat).

Tetapi, Pak Ustadz, Saya perlu akui, pernikahan Saya ini Saya lalui dengan perasaan hambar,karena sebenarnya Saya masih memiliki perasaan dengan akhwat yang pertama tadi. Pak Ustadz, beberapa minggu setelah Saya menikah, Saya masih merasakan kecenderungan ini. Sebenarnya seminggu sebelum Saya menikah, Saya karena sudah tidak tahan, Saya menghubungi (via telpon) akhwat tersebut, untuk meminta maaf dan juga Saya ingin menanyakan kejadian yang sebenarnya 5 tahun yang lalu. Kali ini Saya tidak melalui perantaraan ikhwah yang tadi, karena ikhwah ini sekarang ada di ambon untuk PTT.

Kemudian akhwat tadi mengatakan, bahwa dia akan memaafkan kesalahan Saya terhadapnya, dan mengenai kejadian 5 tahun yang lalu, sebenarnya dia tidak pernah jatuh cinta kepada siapapun selama diFKUI dan sebenarnya dia sudah setuju dan ibunya sudah menunggu ‘follow up’ dari maksud Saya. Saya tidak tahu, Pak Ustadz, Saya sekarang ini harus berbuat apa. Saya selama ini sudah sebisa mungkin bermunajat kepada Allah, agar kami diberikan yangterbaik … jika memang jodoh pertemukan kami … dan jika bukan pisahkanlah kami dengan baik-baik.

Pak Ustadz, Saya minta sarannya dan do’anya karena kecenderungan ini terus terang masih ada, apalagi sekarang ini Saya sering sendirian jika di Jakarta. Saya di Jakarta berbisnis di bidang penerbitan dan teknologi informasi dengan beberapa ikhwah. Istri Saya sendiri kini kerja di sebuah perusahaan Farmasi di Padalarang, sehingga Saya ini setiap minggu harus bolak-balik Jakarta-Bandung.

Semoga Pak Ustadz di rahmati oleh Allah, atas bantuannya. Aamiin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

JAWABAN :

Tataplah kehidUpan anda ke depan. Masa lalu sudah anda lalui meskipun ada penyesalan di situ, namun anda tak boleh terpaku pada sisa-sisa masa lalu.

2. Benar wanita tsb masih ada dipikiran anda, namun anda saat ini sudah punya tanggung jawab dengan anda sudah melakukan aqad dengan seorang wanita yang bukan dia. Benar juga bahwa sebagai seorang pria muslim anda bisa saja mempunyai lebih dari satu istri, namun apakah itu mungkin? Jika pun mungkin menikah dengannya tanpa mengganggu hubungan dengan istri anda, maka apakah anda akan berlaku adil antara wanita tsb dengan istri anda yang sekarang? Pilihan-pilihan ada di tangan anda, dengan segala keterbatasan dan kelonggarannya. Pertimbangan anda harus bijaksana, jika tidak, anda akan berdosa berkepanjangan dan menyengsarakan kehidupan anda sendiri.

3. Jika pilihan untuk menikahinya tidak mungkin anda ambil, maka anda harus mentekadkan hati melepaskan wanita tsb dari pikiran anda. Selain bisa menjadi pintu masuk setan, juga bisa menjadi duri dalam daging bagi rumahtangga yang sudah anda ucapkan aqadnya ini.

4. Berhunganlah dengan erat dengan Allah, gedorlah pintu rahmat dan petunjuk, agar dimudahkan dalam menangani urusan hati ini. Hati pada dasarnya hanya bisa dikendalikan oleh Allah SWT.

WALLAHUA’LAM BISHSHOWWAAB

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.


Ust. M. Ihsan Tanjung dan Siti Aisyah Nurmi

03
Sep

Nulis Blog itu

Nulis Blog itu nggak mesti berhubungan dengan kegiatan kita..

Nulis Blog itu beda dengan nulis buku harian. Harus ada manfaatnya… atau.. minimal  tidak merugikan orang lain.. gitu ler.. :D