25
Jun

Mencari yang bermanfaat

Hakikat kopi yang enak buat saya ya saya sendiri yang bisa merasakan. tentunya dengan seizin Allah Ta’ala.

fisik minuman kopi manis sbb

kopi bubuk dengan kadar tertentu + gula dengan kadar tertentu + dengan creamer dengan ukuran tertentu dan diseduh dengan air panas dengan kadar tertentu pula.

Kemudian yang bisa merasakan enaknya kopi siapa?

Tentu yang pernah mencobanya.

Yang bisa meneliti kopi dengan valid siapa?

Tentu yang pernah mencobanya dan lama experiment penelitian  buat kopi.

Hanya dengan sebuah minuman kopi dengan kadar dan ukuran tertentu dapat memberi manfaat bagi tiap orang yang kadarnya berbeda-beda, tergantung pengalaman minum kopi.

Bagi yang belum berpengalaman jangan buru-buru menilai kopi itu pahit

.

.

Ada dokter bedah mengobati luka yang menganga, ternyata lukanya agak parah, oleh dokter beberapa dagingnya malah ada yang dikoyak, ada yang dipotong, dijahit lagi. , dipotong lagi, dijahit lagi.., dicoblos-coblos..

Anak kecil kalau lihat pasti bilang dokternya kejam, dan gila, mau nyembuhin luka kok malah dicoblos-coblos, malah ada yang dikoyak-koyak, malah dipotong-potong.

Bagi yang belum berpengalaman jangan buru-buru marahin dokter.

Sabar dulu…  eh ternyata malah jadi sembuh lukanya.

.

.

Begitu juga buah duren …  Siapa  mau dilempar duren?

Kulitnya saja lancip-lancip.. kalau kena kulit kita sepertinya bahaya..

Tapi bagi yang belum berpengalaman makan duren, jangan buru-buru nolak dilempar duren

.

25
Jun

Latihan Amal dan Niat

Alhamdulillah untuk pertama kalinya saya ikut latihan program khuruj fi sabilillah (keluar di jalan Allah) selama 40 hari, tetapi baru bisa daftari (khuruj sambil tetep ngantor), biasanya saya cuma 3 hari dan 3 hari setiap bulan atau kadang 2 hari saja atau 2,5 hari buat latihan meniru-niru para muhajirin dan ansar dikalangan shahabat Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wa sallam. Yang coba ditiru terutama sifat-sifat dari para shahabat muhajirin dan ansar, bagaimana bisa saling memuliakan dan saling meunaikan hak saudara-saudaranya. Seperti yang diabadikan Allah dalam Al Qur’an surat Al Anfal 8 : ayat 72, 74, dan surat At-Taubah 9: ayat 100 .  Tentunya dilakukan dengan berjamaah dan mengikuti tertib-tertib arahan musyawarah yang disepakati bersama untuk bisa mencapai target meningkatkan iman dan amal dalam rangka perbaikan diri.

kira2 8-9 bulan yang lalu sebelumnya telah dimusyawarahkan oleh para masyaikh dan da’i bahwa tahun ini boleh keluar 40 hari sambil kerja (daftari) , dan untuk kali ini beberapa hari sebelum keberangkatan saya, ternyata dimarkaz ada dimusyawarahkan lagi bahwasanya khuruj fi sabilillah kembali harus full. sedang yang khuruj sambil kerja, oleh markaz dinamakan Nusroh Jamaah Full. Makanya labelnya saya namakan jadi latihan khuruj nusroh jamaah full :)  Maksudnya mencoba tetap latihan khuruj fisabilillah tapi juga mencoba latihan mentaati keputusan musyawarah meskipun belum bisa sempurna. Karena lemah jadinya ya seperti ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala tambahkan kekuatan. Amin.

sekadar laporan untuk menambah semangat kita semua untuk beramal:

Yang paling berkesan selama program khuruj ini, adalah setiap malam harinya ketika i’tikaf di masjid (biasanya setelah Shalat Isya jam 9 atau jam 10 jamaah sudah pada tidur kecuali yang bertugas jaga malam) dari di rentan waktu +- jam 12 malam sampai menjelang subuh 4.00 ,  ketika saya ada terbangun (nglilir diantara rentan waktu itu) hampir tiap malam saya lihat dan dengar bapak2,  mas2, dan simbah2 kakung yang senior-senior di kegelapan malam di dalam masjid sedang berdiri shalat malam dan ada yang sedang duduk iftirashy menangis sayup-sayup tersedu-sedu, ada yang menangis mohon ampun atas dosa-dosa mereka dan keluarga mereka, ada yang memohon supaya ditutup aib-aib mereka dan saudara-saudara mereka, dan yang tidak pernah tertinggal mereka menangis-nangis supaya  diri, keluarga mereka, orang dikampung yang ditinggal , orang kampung yang didatangi, dan umat seluruh alam diberikan hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena setiap pagi setelah shalat subuh diadakan musyawarah dan dalam musyawarah itu salah satu agendanya adalah dicatatnya nama-nama  saudara muslim dari  masyarakat  di sekitar masjid yang telah dikunjungi dan diajak kepada Allah. Dari nama-nama yang telah dicatat inilah pada malam harinya didoakan sungguh-sungguh oleh para karkun(”pekerja” agama) ketika shalat-shalat malamnya sambil nangis-nangis.

Karena tersuasana , saya juga akhirnya latihan mendoakan keluarga dan umat seluruh alam supaya diberikan hidayah.

Pulang pulang beberapa hari kemarin, keanehan terjadi di rumah (mertua), setelah saya tinggal selama 40 hari, istri saya baca qur’annya tambah istiqomah, Istri saya juga kasih laporan bahwa pembantunya yang tadinya susah sekali kalau disuruh shalat  tiba-tiba jadi mau shalat dengan sendirinya. Istri saya senang sekali, dia bilang “mungkin karena saya sering baca ta’lim  dirumah mas” (soalnya musyawarahnya kalau baca ta’lim suaranya agak dikeraskan tapi jangan terlalu keras) . dan yang menyenangkan lagi ketika saya pulang, dirumah istri saya ada satu lagi yang jadi mau shalat selain pembantunya tadi subhanallah, yaitu pembantu di warung sebelah :). Subhanallah.

Subhanallah senang sekali saya, Astaghfirullah..
saya jadi teringat nasihat dari teman karkun bahwa meskipun kita kerjanya disini tapi kita niatkan untuk seluruh alam, dan Allah Maha menyampaikan apa yang menjadi niat amal kita selama amal kita tidak bertentangan dengan Syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala.  Subhanallah.. benar bahkan ketika adzanpun hendaknya kita niatkan bukan hanya untuk memanggil orang-orang kampung sekita masjid, tapi hendaknya kita niatkan untuk seluruh alam, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Tuhan penguasa seluruh Alam. Allahu rabbul ‘alamin..

Di rumah kontrakan juga begitu , tetangga saya(suami istri 3 anak) yang sebelumnya belum sholat di masjid dan berhijab, sekarang  Alhamdulillah nggak tahu dari mana siapa yang ajak, tiba - tiba mau sama2 pergi ke masjid dan istrinya mau berhijab, bahkan istri dan anaknya juga diajak ke masjid (wanita memang lebih utama shalat di rumah, tetapi tak ada masalah jika sekalian anaknya mau ke masjid). subhanallah… tadinya saya masih sungkan kalau mau ketuk pintu untuk ajak shalat (karena saya orang baru di perumahan tempat saya ngontrak dan lemah iman), sekarang setelah saya dan istri saya melihat sendiri bahwa tetangga kami telah diberi kekuatan oleh Allah melangkahkan kaki ke masjid untuk shalat 5 waktu , jadinya kalau pas subuh2 saya ketok pintu tetangga saya untuk bangunkan shalat berjamaah ke masjid kalau tetangga saya masih ketiduran. Alhamdulillah beliau senang..  sampai saat ini belum saya tanyakan apa yang membuat beliau tiba-tiba  mau sama-sama shalat berjamaah ke masjid. Yang jelas yang memberi kekuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukankah ketika kita dipanggil untuk shalat dalam adzan pada saat kalimat hayya ‘alasholah (mari menuju kepada Shalat)  dan hayya ‘alal falah..(mari menuju kepada kemenangan..) kita di sunnahkan mengucapkan kalimat “Laa haula wa laa quwata illa billah” (tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah), jadi sudah jelas yang memberi kekuatan untuk bisa shalat adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. dan memang sudah dipilih Allah untuk dimampukan SHalat berjamaah ke masjid. Buktinya diluar sana banyak orang2 yang fisiknya lebih kuat dan lebih sehat bahkan atlit binaraga mungkin, tapi untuk mengangkat selimut dan membuka mata untuk melaksanakan shalat  tidak Allah beri kekuatan sama sekali. Makanya kita harus banyak-banyak bersyukur, tetapi juga  risau dan kasih sayang kepada saudara-saudara kita yang belum mampu melaksanakan shalat, bagaimana mereka bisa sama-sama menjalankan perintah Allah Ta’ala yang utama ini. Karena ini tanggung jawab kita sama-sama sebagai umat Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alayhi wasallam.

Tahun 2009 ini umat Islam di Indonesia akan kedatangan hajatan besar dengan kedatangan para Masyaikh dari berbagai negara yang sudah banyak berkorban (bertungkus lumus) mengorbankan hidupnya hanya untuk Agama  Allah Ta’ala dalam memberikan bayan(penjelasan amal) nanti bulan juli di jakarta. Kalau ingin lihat gambaran kecil kehidupan para shahabat Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wasallam , maka mari sama-sama hadir dalam ijtima Indonesia 2009 di Bumi Serpong Damai tgl 18,19,20 Juli pas liburan tuh. Kalu mau lanjutkan ukut musyawarah bersama para Masyaikh tgl 21, 22, 23. (para masyaikh yang hari-hari fikir umat, tidak pernah keluar celaan dari mulut mereka kepada saudara-saudara muslimnya, karena waktu, harta dan dirinya habis untuk fikir bagaimana umat dapat selamat didunia yang sementara dan akhirat yang selama-lamanya)

04
Mar

Tarbiyah / Pendidikan dan Latihan

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad

Hewan apabila ditarbiyah akan memberikan manfaat kepada manusia sekalipun hewan itu buas,namun jika dibiarkan akan menjadi liar sehingga mengakibatkan banyak kerugian, diantaranya :

  • Lembu dan sapi jika ditarbiyah akan memberikan manfaat membajak sawah dan menghasilkan susu,
  • Kuda bermanfaat sebagai kendaraan,
  • Anjing sebagai penjaga rumah,
  • Monyet bisa menjadi pemanjat kelapa,
  • Gajah, harimau, ular , bahkan seekor ikan lumba-lumba jika ditarbiyah bisa menjadi pemain sirkus sehingga berkhidmat kepada manusia

Apalagi manusia yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala , dengan bentuk kejadian yang paling sempurna. Jika manusia ditarbiyah, maka Ia akan hidup mulia derajatnya melebihi malaikat, namun apabila dibiarkan , maka manusia akan menjadi hina yang kehinaannya melebihi syetan.

(Syaikh I’namul Hasan)

Mari kita  usahakan sarana tarbiyah ummat untuk membentuk sifat-sifat imaniyah secara bertahap-tahap.  Latihan lagi dan lagi..

Subhanaka Allahuma wabihamdika Asyhadu alaailahailla anta astaghfiruka wa atubu ilayka.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

04
Mar

Hati ibarat sebidang tanah lapang

Hati manusia ibarat sebidang tanah lapang, bila dibiarkan tidak digarap, akan tumbuh rerumputan. Dan hewan-hewan seperti kambing, sapi, dan kerbau akan datang merumput. Apabila dibiarkan terus menerus, akan tumbuh semak belukar dan jenis hewan yang datang pun bertambah banyak, seperti serangga, ular tikus, dan sebagainya. Dan jika terus dibiarkan akan berubah menjadi hutan belantara yang menjadi tempat tinggal binatang  buas. Maka muncullah sifat-sifat hewan pada diri manusia.

04
Mar

Sifat-sifat Fauna

  • Sifat kambing, sapi, dan kerbau : bangun tidur mencari makan, kumpul-kumpul, kawin, kemudian tidur lagi;
  • Sifat semut : Mampu mengangkat benda yang lebih berat dan lebih besar dari pada tubuhnya, mengumpul-ngumpulkan harta sampai ia mati tertimbun oleh hartanya sendiri;
  • Sifat tikus : Suka menggerogoti apa saja yang dia inginkan;
  • Sifat Ular : melilit leher mangsanya, kemudian menelannya bulat-bulat;
  • SIfat anjing : Gemar menjilat siapa saja yang memberikan makan;
  • Sifat harimau : mereka mencari dan menindas yang lemah, membunuh dahulu, kemudian memakannya. Hari ini makan apa, besok makan dimana, lusa makan siapa.
  • Sifat Babi : Selalu berkubang di tempat yang kotor , bahkan memakan kotorannya sendiri! Jika ekornya ditarik, malah maju kedepan; dan jka didorong malah mundur kebelakang;
  • Sifat burung merak : suka memamerkan keindahan tubuhnya.

(Syaikh I’namul Hasan)

01
Feb

Latihan mendapatkan sifat tak semudah mendapatkan ilmu(pengetahuan).

Mendapatkan sifat tak semudah mendapatkan ilmu,

Orang yang memiliki ilmu Qana’ah belum tentu memiliki sifat Qana’ah

Orang yang memiliki ilmu ta’at kepada amir belum tentu memiliki sifat ta’at kepada amir.

Orang yang memiliki ilmu memuliakan saudara sesama muslim, belum tentu memiliki sifat memuliakan saudara sesama muslim.

Orang yang memiliki ilmu memuliakan orang tua belum tentu sampai dirumah mempunyai sifat memuliakan orang tua

Orang yang memiliki ilmu sabar belum tentu memiliki sifat sabar.

Orang yang memiliki ilmu penyayang belum tentu memiliki sifat penyayang

Orang yang memiliki ilmu wara’ belum tentu memiliki sifat wara’

Orang yang memiliki ilmu ikhlas belum tentu memiliki sifat ikhlas

Orang yang memiliki ilmu khusyu’ dalam shalat, belum tentu memiliki sifat khusyu’ di dalam shalatnya.

Orang yang memiliki ilmu imaniah belum tentu memiliki sifat imaniah

Lantas apa yang harus diusahakan agar Ilmu yang dimiliki wujud dalam diri dan menjadi sifat??

1. Kita da’wahkan pentingnya sifat tersebut.

2. Mujahadah Latihan sifat ( Cari lingkungan yang kondusif untuk latihan sifat, di Masjid dan lingkungan masyarakat adalah tempat yang kondusif untuk latihan)

3. Berdoa supaya diberi sifat

Apakah kita sudah punya sifat-sifat yang mulia?

Ya Allah berikanlah kami sifat-sifat yang mulia, supaya kami mudah mengamalkan ilmu-ilmu yang kami miliki. Yaa Allah maafkanlah kesalahan-kesalahan kami, dosa-dosa kami dan dosa-dosa kedua ibu bapa kami Yaa Allah sayangilah mereka sebagaimana mreka menyayangi kami di saat kami masih kecil.. amin.. Ya Allah Ya Rabbal ‘alamin..

artikel terkait,

Ilmu Melahirkan Amalan

6 Sifat Para Shahabat (bagian 1)

6 Sifat Para Shahabat (bagian 2)

29
Dec

Latihan Fikir Umat

Hadirin yang dimuliyakan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, serta orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat.

Aku berlindung kepada Allah dari keburukan diri sendiri, dan dari keburukan amal-amalku.
Sesungguhnya kebahagiaan dan kejayaan manusia terletak dalam amal agama yang sempurna sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullahi Shallallahu’alayhi wa sallam.

Dan sesungguhnya perkara yang paling penting adalah perkara agama, perkara yang oleh karenanya Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan para Nabi dan Rasul ke dunia ini. Sejak Nabi Adam Alayhissallam hingga Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wa sallam Allah telah tetapkan bahwa kebahagiaan dan kemenangan manusia di dunia dan akhirat berada dalam petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, siapa yang mau mengikuti petunjuk-Nya dialah yang akan sukses dunia dan akhirat, dan siapa yang mengingkarinya dialah yang akan sesngsara.

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala , Umat saat ini akan sukses apabila mau mengikuti sunnah-sunnah Nabiyullah dan Rasulullah yang telah di utus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Baik itu sunnah Tindakan, sunnah Tampilan, sekaligus sunnah Fikir-nya Kepada umat.

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala , sebagaimana beras yang dihasilkan dari usaha para petani dalam menggarap tanaman padi di sawah, Maka manusia saat ini banyak yang suka makan beras/nasi namun umat saat ini tidak banyak yang suka menjadi petani beras yaitu usaha atas beras, padahal usaha atas beras tersebut adalah lebih tinggi nilainya dibandingkan beras itu sendiri. Sebanyak apapun persediaan beras, jika usaha atas beras terhenti maka lambat laun akan habislah beras.

Demikian pula keadaan umat saat ini, banyak yang suka amal agama, nikmat bisa ucap agama, nikmat hari-hari bisa munajat, namun tidak banyak yang mau ikut sunnah Rasul yang tinggi yaitu sunnah fikirnya Rasul Yaitu memikirkan bagaimana umat terbebas dari api neraka dan masuk Surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jika Umat mau mengikuti sunnah-sunnah Rasul dengan sempurna ketiga-tiganya maka Umat ini akan bankit sebagai umat nubuwah. Siapa yang tidak rindu dengan umat Nubuwah? kita rindu dengan umat nubuwah. Maukah kita menjadi umat Nubuwah.

Maka mari kita latihan sama-sama untuk selain kita beribadah untuk diri kita dan keluarga dekat kita, kita pikirkan pula saudara-saudara kita di sekeliling kita, fikir dan risau kita akan saudara kita menunjukan adanya iman dalam diri kita.

29
Dec

Hati Tempat Jatuhnya Pandangan Allah

sesungguhnya kebahagiaan dan kejayaan manusia di dunia dan akhirat terletak dalam amal agama yang sempurna, sebagaimana yang telah di contohkan oleh Rasulullahi shallallahu’alayhi wa sallam. Sejauh mana kita Taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, sejauh itu pula kita akan benar-benar bahagia.

Umat saat ini belum mampu dan sangat sulit mengamalkan agama secara sempurna, sedang para shahabat Radhiyallahu’anhum telah mampu mengamalkan agama dengan sempurna karena dalam diri para sahabat mempunyai sifat-sifat yang mulia.

Umat saat ini akan ada kekuatan untuk mengamalkan agama secara sempurna apabila memiliki sifat-sifat sebagaimana yang dimiliki oleh para sahabat Radhiyallahu’anhum.

Hadirin saudaraku yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, diri kita telah diciptakan Allah Subhanahu wa ta’ala terdiri dari jasad dan ruhani, namun keduanya memiliki asbab yang berbeda untuk menjamin kesehatan dan kesempurnaan-nya.

Kesalahan yang banyak terjadi dalam diri umat hari ini dapat digambarkan melalui perumpamaan seekor kuda beserta seorang joki yang di kontrak melatih kuda oleh sang manajer untuk mengikuti suatu perlombaan balap kuda. Setahun sebelum perlombaan dimulai sang manajer telah mengontrak joki beserta kudanya dengan harga 100 Juta rupiah Untuk persiapan lomba tahun depan. Perjanjianpun ditanda tangani hitam diatas putih. Maka selang satu bukan semenjak kontrak ditanda tangani, ternyata ibu si joki mengalami sakit keras yang memerlukan biaya perawatan yang tidak sedikit selama di rumah sakit. Singkat cerita uang kontrak yang berjumlah 100 juta rupiah tersebut oleh joki digunakan terlebih dahulu untuk biaya pengobatan ibunya, maka setelah ibunya sembuh giliran harta kekayaan dan uang si joki kini telah habis digunakan untuk seluruh biaya pengobatan sang ibu. Kemudian joki pun menemui sang manajer untuk meminta tambahan atau pinjaman uang untuk biaya pelatihan kuda dan biaya hidupnya. Namun apa yang terjadi? Sang manajer menolak mentah-mentah permintaan joki tersebut dengan alasan perjanjian kontrak tidak boleh berubah.

Kemudian sang joki berkata : “Tapi saya sekarang sudah tidak punya tempat tinggal lagi tuan”

Jawab sang manajer : “Ya itu terserah kamu, kalau kamu mau tinggal ya silakan saja tinggal di kandang kuda sana”

Joki : “Tapi saya juga butuh makan tuan”

Manajer : “Wah itu lagi, itu juga urusan kamu, saya sudah habiskan 100 juta untuk membayar kamu, kalau kamu mau makan, makan saja makanan kuda”

Joki : “tapi saya juga butuh minum tuan”

Manajer : “Minum saja itu minuman kuda”

Sehingga hari demi hari selama masa kontrak sijoki tinggal di kandang kuda, dan makan rumput kuda, minum air mimum kuda. Sampai pada hari H dimana perlombaan akan dilaksanakan, keadaan antara kuda dan joki sangat kontras, Keadaan Kuda gagah dan kuat , sedangkan joki kurus , lemas, sakit-sakitan dan korengan. Maka ketika perlombanan dimulai baru saja start beberapa detik si joki sudah terpental jatuh dari atas kuda , sehingga kuda lari sendiri tak terkendali kesana-kemari.

Demikianlah perumpamaan jasad dan ruhani kita, masing-masing mempunyai makanan , makanan ruhani kita adalah Agama yang sempurna, makanan ruhani kita adalah amal ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita, makanan ruhani kita adalah iman dan amal-amal shaleh kita, sedangkan makanan-makan fisik menyehatkan yang setiap hari kita konsumsi adalah makanan jasad kita.

Dari cerita tersebut yang salah sebenarnya bukan joki,tapi manajernyalah yang kurang paham akan kebutuhan-kebutuhan si joki. Nah manajer itu adalah diri kita saudaraku.

Maka saudaraku yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Kita di dunia ini hanya akan sebentar saja, kalau kita beruntung paling-paling hidup kita 60 - 70 tahun di dunia ini, kalau lebihpun tidak jauh-jauh dari itu. Setelah itu kita akan meniggalkan dunia yang sementara ini menuju kehidupan yang sebenarnya yaitu kehidupan akhirat yang ada awalnya dan tak ada akhirnya. Sayang jika kita sia-siakan amanat Allah berupa umur kita dengan sia-sia tanpa mengambil perbekalan sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat kita.

Jangan sampai keadaan akhir hidup kita seperti nasib sijoki dan sikuda, bukanya mengantar kepada tujuan, malah akan menyengsarakan diri kita dan hati kita.

Hati tempat jatuhnya pandangan Allah.

30
Nov

Kepada Kaum Muslimin dan Muslimat

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

Kepada saudaraku kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman  “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” QS.Al Hujurat (49) :10

Dalam kehidupan yang kita jalani ini, kita jarang sadar bahwasanya perubahan-perubahan terjadi cepat sekali dalam diri dan lingkungan kita, perubahan tersebut akan dengan mudah terlihat jika yang melihat adalah orang lain diluar kita,atau luar lingkungan kita. Orang yang makan sambal trasi disuatu ruangan tetutup terkadang tidak sadar bahwa aroma ruangan dimana ia makan telah berubah menjadi beraroma trasi. Orang yang makan trasi ketika menghirup udara di sekitarnya akan merasa bahwa aroma udara biasa-biasa saja atau tidak ada perubahan. Namun apa yang terjadi ketika seseorang dari luar datang ke dalam ruangan tersebut, dengan hidungnya yang normal ia merasakan aroma trasi tercium sangat pekat.

Hal ini menunjukan betapa kita memerlukan orang lain untuk mengingatkan kita terus menerus, lagi dan lagi.

Lantas bagaimana cara untuk mendapatkan orang-orang yang mau mengingatkan kita?

Sebelumnya kita harus sadari bahwa tugas kita adalah saling mengingatkan, maka janganlah menunggu, mulailah latihan untuk menjadi bagian orang yang mengingatkan. di kos-kosan, di rumah, di kantor, di telpon bahkan internet.

Kepada kaum Muslimin dan Muslimat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita ini mungkin bukan saudara kandung, dan mungkin belum pernah bertemu sebelumnya, tapi kita ini hakikatnya adalah bersaudara , yang sama-sama mempunyai kalimat yang agung yaitu kalimat “Laa ilaha illallah, Muhammadu rasulullah” dengan ini kita dipersaudarakan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia dan di akhirat. Sebagai saudara kita sama-sam punya hak dan sama-sama punya kewajiban untuk saling mendoakan ketika kita berjauhan (Allahumaghfir lil mu’minina wal mu’minat wal muslimina wal muslimat al ahyai minhum wal amwat) dan saling silaturahim jika berdekatan (panjangkan umur dan lapangkan rezeki)  . Dan yang lebih penting lagi kita sebagai saudara sesama mulim adalah saling ingat mengingatkan, terutama tentang apa? yaitu tentang perkara agama, tentang perkara akhirat, tentang bahwasanya  kita di dunia ini hanyalah sangat-sangat sementara, sedangkan saat ini juga kita di dunia ini sedang berjalan menuju akhirat yang kekal abadi selama-lamanya. bagaimana di dunia kita butuh bekal dan di akhiratpun kita butuh bekal, Di dunia yang sementara kita hari-hari mengusahakannya, maka bagaimana kita persiapkan juga bekal kita untuk akhirat yang selama-lamanya

Bagaimana usaha keduniaan kita ini dapat membawa kita selamat di dunia yang sementara dan akhirat yang selama-lamanya.

Bekal kta adalah iman dan amal shaleh. sedangkan Ilmu - ilmu yang kita pelajari , akan mampu menjadi bekal apabila telah wujud menjadi amal shaleh, sisa-sisa ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi sekedar pengetahuan, fitnah, dan penyesalan bagi kita di alam akhirat yang selama-lamanya

Saudara yang dimuliakan Allah Subhanahu wa  Ta’ala

dalam sautu hadits disebutkan

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Nabi Shallalahu’alayhi wa sallam bersabda : “Ya Allah sebenarnya tidak ada kehidupan yang sesungguhnya kecuali kehidupan akhirat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Anas Radhiyallahu’anhu ia berkata : Rasulullahi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Pada hari kiamat dihadirkan orang yang paling senang sewatu di dunia. Ia termasuk caon penghuni neraka. Kemudian ia di masukan sebentar ke dalam neraka , dan ditanya : Wahai anak Adam , apakah kamu merasakan kesenangan, dan apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?” Ia menjawab : “Demi Allah tidak ada wahai Tuhanku.” Lalu didatangkan juga orang yang paling menderita sewaktu hidup di dunia. Ia termasuk penghuni surga, kemudian Ia dimasukan sebentar ke dalam surga dan ditanya “Wahai anak Adam, apakah kamu merasakan penderitaan?” Ia menjawab : Demi Allah, saya tidak merasakan adanya kesedihan.” (HR.Muslim)

Dari Al-Mustaurid Syaddad Radhiyallahu’anhu, ia berkata : Rasulullahi Shallallahu’alayhi wa sallam bersabda : “Perbandingan antara dunia dengan akhirat , seperti seseorang di antara kalian yang memasukan jari-jarinya kedalam lautan, maka perhatikanlah apa yang dapat ia peroleh?” (HR.Muslim)

Dari Jabir radhiyallahu’anhu ia berkata : Rasulullahi Shallallahu’alayhi wa sallam berjalan-jalan di pasar dikelilingi para  shahabat, kemudian beliau melewati bangkai seekor anak kambing yang telinganya kecil dan beliau mengangkat telingannya, seraya bertanya : “Siapakah di antara kalian yang suka membeli bangkai ini dengan harga satu dirham?” Mereka menjawab : “maka semua tidak ada yang menyukainya, buat apakah bangkai itu?” Beliau bertanya lagi : “Apakah kalian suka andaikan bangkai ini diberikan kepada kalian?” mereka menjawab : “Demi Allah, andaikan binatang itu masih hidup, itu pun cacat apalagi ia sudah menjadi bangkai.” Beliau lalu bersabda ” Demi Allah, dunia itu lebih hina dalam pandangan Allah, melebihi hinanya bangkai ini menurut pandanganmu.” (HR. Muslim)

Saudaraku yang yang dirahmati Allah subhanahu wa Ta’ala.  Dunia ini hina dan telah  Allah  dihinakan , tapi mengapa Allah kirim kita di dunia ini? apakah untuk menikmati kehinaan? bukan saudaraku, kita di dunia ini sedang di uji oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. bagaimana perlakuan kita terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya di dunia ini.

” Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.  Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. QS.Al hadid (57):20

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al Quran

“.. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”.  QS. Albaqarah (2) :221

Saudara yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala Skenario hidup kita adalah :

Dulu kita tidak ada, lalu dilahirkan ke dunia ini, nanti kita akan mati. ini pasti saudaraku.

Dunia ini dulu tidak ada, lalu diadakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kita ada karena diadakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, diadakan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Yang membedakan kita dengan umat-umat nabi sebelumnya adalah Kita dilahirkan sebagai Umat Nabi Muhammad Shallallahu’alayhi wa sallam Nabi yang terkahir, oleh karena itu tugas Nabi-nabi dan Rasul-rasul telah dilimpahkan kepada setiap individu yang mengaku sebagai umat nabi Muhammad Shllallahu’alayhi wa sallam,

inilah ibadah kita yang paling mencocoki dan bersesuaian dengan kehendak Allah Subhanahu wa ta’ala yakni mengajak kepada Surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kakek Buyut kita nabi Adam Alayhissalam dulu adalah penduduk Surga, maka bagaimana usaha kita kini untuk menjadi ahli surga lagi seperti yang di kehendaki Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).”  Qs. Yusnus (10):25.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. QS Ali Imran (3) :110.

Kita adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia untuk tugas amar ma’ruf nahi munkar, Kita musti ingat bahwa itu tugas utama kita, dan itu pulalah yang menjadi maksud hidup nabi-nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ingatlah saudaraku kehidupan kita di dunia ini sangat - sangat sementara, janganlah keduniaan kita melenakan kita dari perintah perintah-Nya.

Jadilah bagian dari orang yang mengingatkan tentang pentingnya iman dan amal.

mari sama-sama kita berdoa supaya Allah menjadikan kita orang-orang yang di kehendaki-Nya untuk mendapat petunjuk-Nya . Amin Yaa. Rabbal ‘Alamin..

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.” QS. Yunus (10): Ayat 9

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS At-Taghabun (64) Ayat 11:

Allahuhumma Shalli’ala Muhammad wa ‘alaa ‘ali Muhammad.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

30
Oct

Letak Kebagiaan Kita Yang Sesungguhnya

Ikan letak kebahagiaannya di air, jika ikan yang di aquarium terkesan oleh pemandangan empuknya sofa, indahnya vas-vas bunga yang dipasang diluar aquarium hingga ikan mencoba melompat keluar dari aquarium, maka ikan akan tersiksa dan sengsara diluar air, dan bahkan akan binasa. Beda halnya jika ikan tersebut masih berada dalam air, maka ikan itu akan bisa menikmati keindahan pemandangan luar tanpa harus terlepas dari air hinggga tersiksa dan binasa.

Burung-burung letak kebahagaan ada di udara dan terbang di alam bebas, meskipun burung ada disangkar emas, namun bukan disitu letak kebahagiaannya.

Cacing tanah letak kebahagiaannya di dalam tanah/lumpur, jika cacing mencoba mencari kebahagiaan di tempat yang bersih dan kering, niscaya ia akan tersiksa bahkan binasa.

Manusia letak kebahagiaanya adalah berada dalam agama, sejauh mana amal-amal ketaatan kepada ajaran agama tetap hadir dalam kehidupannya sejauh itu pula manusia akan bahagia. Seorang petani, seorang pedagang, seorang pegawai, ataupun seorang pemimpin akan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya jika nilai-nilai agama masih ada dalam kehidupannya, namun sebaliknya jika ia terlena oleh keindahan dunia hingga meninggalkan nilai-nila agamanya maka mereka disadari ataupun tidak akan tersiksa hati dan jiwanya , sehingga lambat laun akan membawanya kedalam kesengsaraan.

Sejauh mana kita taat kepada Allah dan Rasul-Nya sejauh itu pula kita akan benar-benar bahagia.